Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Pengawas Farmasi dan Makanan Indonesia (PPFMI) resmi digelar di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM, Kamis (22/5/2025). Kegiatan dihadiri oleh 77 unit kerja perwakilan Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) di BPOM serta beberapa PFM inklusif yang ada di luar BPOM. Munas pertama ini mengusung tema "Penguatan PPFMI yang Profesional dan Inklusif untuk Keamanan, Kualitas, dan Kemanfaatan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan di Indonesia".
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar sebagai kepala dari instansi pembina jabatan fungsional PFM melalui ketukan palu sidang. Pembukaan acara disertai dengan peluncuran aplikasi dan website resmi PPFMI sebagai bentuk komitmen organisasi dalam transformasi digital dan peningkatan layanan profesi.
“Dengan berbagai peran strategis dan potensi yang dimiliki, PPFMI diharapkan bergerak aktif dengan berbagai terobosan dan inovasi. PPFMI agar terbuka menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti organisasi profesi lainnya, akademisi, dan masyarakat, serta membangun jejaring yang luas dan efektif,” pesan Taruna Ikrar dalam sambutannya.
Munas pertama PPFMI menjadi forum strategis untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025 serta membahas dan menetapkan revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Namun demikian, suasana Munas sempat memanas saat memasuki sesi pembahasan AD/ART dan pemilihan ketua baru.
Perbedaan pandangan antar anggota mengenai klausul masa jabatan dan mekanisme pemilihan menyebabkan perdebatan yang memaksa pimpinan sidang beberapa kali mengetuk palu untuk meredakan tensi. Ketegangan mereda setelah tercapai mufakat secara musyawarah untuk menyetujui draft akhir AD/ART, dilanjutkan pemilihan ketua dengan sistem pembahasan oleh tim formatur dari usulan para peserta munas.
Munas 2025 ini akhirnya berhasil memilih Ketua PPFMI yang baru, yakni Tofa Apriansyah, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya yang telah lama berkecimpung di bidang penindakan obat dan makanan. Selanjutnya, pemilihan pengurus PPFMI periode 2025–2030 akan segera dilaksanakan oleh Ketua PPFMI terpilih dalam waktu kurang dari 20 hari kerja.
“Harapan saya, para anggota dapat merasakan benefit dari adanya organisasi ini. Kemudian, ada beberapa rencana yang kemarin belum dilaksanakan dari kepengurusan sebelumnya dan akan saya usahakan untuk melaksanakannya di kepengurusan periode ini,” ujar Tofa Apriansyah pada kesempatannya setelah diumumkan terpilih sebagai Ketua Umum PPFMI yang baru.
Hasil Munas 2025 menjadi harapan baru untuk mewujudkan profesionalisme organisasi PPFMI yang lebih solid, responsif, dan berdaya saing global. Usia PPFMI yang masih relatif muda justru menjadi peluang untuk terus bertumbuh dan berkembang, dengan harapan dapat menjadi organisasi profesi yang besar dan berpengaruh, sejajar dengan organisasi profesi lainnya di Indonesia. (HM-Zein)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
