National Workshop on Diet Total Study

30-06-2014 Hukmas Dilihat 2676 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Makanan dan kesehatan memiliki keterkaitan yang sangat erat. Pentingnya makanan yang memenuhi nilai gizi membuat beberapa negara seperti Amerika, Australia, Kanada, dan beberapa negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura peduli dan melakukan Studi Diet Total (SDT). Di Indonesia, penelitian ini dianggap sangat penting, karena selain menghadapi masalah gizi buruk dan gizi kurang, Indonesia juga menghadapi masalah konsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya.

 

Studi Diet Total dilakukan melalui dua kegiatan, yaitu Survei Konsumsi Makanan Indonesia (SKMI) tahun 2014 dan Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) yang akan dilaksanakan tahun 2015. Selasa, (17/06/2014) bertempat di hotel Media Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyelenggarakan pertemuan yang mengusung tema National Workshop on Diet Total Study. Acara yang diadakan selama 3 hari ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Prof. Tjandra Yoga Aditama. Acara yang dihadiri oleh Kepala Badan POM, Roy A. Sparringa, yang sekaligus menjadi salah satu pembicara dalam workshop tersebut, diikuti 70 peserta dari pelaku usaha/industry dan Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Analis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) adalah salah satu faktor yang melatarbelakangi terselenggaranya workshop ini. Selain narasumber regional dan nasional dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan BPOM, workshop juga dihadiri oleh pakar internasional, yaitu Dr. Philipe Verger, (WHO) Switzerland; Pauline Chan, Director Scientific Program ILSI SEA Region; Dr. Wu Yongning, China National Center for Food Safety Risk Assessment; Laila Rabaa, Food Safety & Quality Division Ministry of Health Malaysia; dan Dr. Nick Fletcher, Food Standars Australia New Zealand.

Studi ini dilakukan untuk menentukan tingkat keterpaparan pangan dari bahan kimia berbahaya, dengan cara menganalisa makanan melalui ACKM yang merupakan representatif diet masyarakat Indonesia. HM-06

 

Biro Hukum dan Humas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana