Optimalisasi Data Kasus Keracunan Sebagai Dasar Kebijakan Pengawasan Obat dan Makanan

07-08-2015 Pusat Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2241 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Dalam rangka meningkatkan jumlah pelaporan data kasus keracunan, Badan Pengawas Obat dan Makanan mengembangkan aplikasi SPIMKer (Sistem Pelaporan Informasi Masyarakat Keracunan)  yang dapat diintegrasikan ke rumah sakit. Aplikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit dalam mengirimkan data kasus keracunan ke Badan POM secara online dengan harapan data yang dilaporkan dapat cepat, tepat, lengkap, akurat, dan valid. Data tersebut diharapkan dapat melengkapi kajian keracunan di Indonesia yang saat ini dalam tahap penyelesaian sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menetapkan kebijakan terkait dengan penanganan keracunan dan pengawasan obat makanan oleh Badan POM, Kementrian/Lembaga, serta rumah sakit yang juga sebagai salah satu bentuk implementasi dari pelaksanaan Reformasi Birokrasi Badan POM bekerja sama dengan pihak Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit.

 

Terkait hal tersebut, pada hari Kamis tanggal 6 Agustus 2015 dilakukan Pertemuan Koordinasi Pengembangan Aplikasi SPIMKer Terintegrasi ke Rumah Sakit untuk membicarakan optimalisasi pengumpulan data kasus keracunan dari rumah sakit.Pertemuan ini mengundang Tim dari Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dan 9 Rumah Sakit yang termasuk dalam jejaring SIKerNas di Jabodetabek dengan Narasumber Besral dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

 

Pertemuan dibuka dengan sambutan Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Rita Endang dengan mengemukakan tujuan pertemuan, dilanjutkan pemaparan kasus keracunan yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun, dan pengembangan aplikasi SPIMKer terintegrasi rumah sakit oleh Kepala Bidang Informasi Keracunan, Atiek Supardiati E. S., dan Besral .

 

Kesimpulan dari pertemuan ini, didapatkan masukan untuk melakukan pertemuan dengan perwakilan rumah sakit (dokter jaga IGD)dalam hal penyempurnaan elemen-elemen data yang harus diisikan dalam aplikasi, dilaksanakan uji coba aplikasi SPIMKer terhadap beberapa rumah sakit untuk memastikan tingkat kelengkapan data yang diisi, serta pengembangan supaya dapat menampilkan laporan feedback kasus keracunan berupa grafik, dan kajian melalui aplikasi ini.Diharapkan dengan masukan tersebut, aplikasi SPIMKer ini dapat memberikan data yang optimal, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan kebijakan pengawasan obat dan makanan.

 

 

 

Pusat Informasi Obat dan Makanan

 

 



Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana