Optimalkan Peran dalam KSS, BPOM RI selenggarakan Program Penguatan Kapasitas Para Inspektur Pangan dari Timor –Leste

24-07-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2134 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Denpasar – Melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Pulau Dewata, Kepala BPOM, Penny K. Lukito, berkesempatan hadir untuk membuka acara  penguatan kapasitas inspektur pangan AIFAESA (Otoritas  Inspeksi dan Pengawasan Kegiatan Ekonomi Sanitasi dan Makanan) Timor-Leste, Senin (23/07). Kegiatan ini merupakan program perdana peningkatan kerjasama yang saling menguntungkan dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor-Leste dibawah kerangka KSS (Kerja Sama Selatan-Selatan).

Program ini diikuti oleh 8 pejabat pelaksana dari AIFAESA di Timor – Leste dengan beragam kapasitas seperti inspektur, perencana dan teknisi laboratorium di bidang pangan.

Dalam sambutannya Kepala BPOM mengutarakan bahwa perkuatan kerja sama ini dapat menciptakan sinergitas dalam sistem pengawasan  keamanan pangan di kedua negara khususnya untuk pangan ilegal di perbatasan antar negara.

“Tidak menutup kemungkinan pula untuk memperluas jaringan antara Indonesia dan Timor-Leste dalam hal kolaborasi ekonomi yang potensial antar kedua negara, khususnya di bidang obat dan makanan ”, ungkap Penny K. Lukito.

Selama kegiatan, peserta akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai cara membangun sistem keamanan pangan di Indonesia. Para peserta juga akan field visit meninjau cara memastikan keamanan pangan pada proses produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sehingga peserta diharapkan mendapat pengetahuan yang komprehensif mengenai sistem keamanan pangan. Program kerjasama teknis ini akan terus berlanjut selama tiga tahun kedepan dalam kegiatan pendampingan, koordinasi, pelaporan, monitoring serta evaluasi.

Sebelumnya, pada kunjungan kerja Kepala BPOM ke Timor – Leste tahun 2017, BPOM telah menyampaikan komitmennya untuk membangun kerjasama yang lebih konkrit dengan Timor Leste melalui kolaborasi dalam bidang pengawasan pangan dan keamanan pangan, laboratorium obat, penyusunan standardisasi obat, dan kerja sama dalam pengawasan peredaran obat di perbatasan Indonesia dan Timor - Leste. FAO menyambut baik dan mendukung dukumgan dan komitmen BPOM RI terhadap kepada Timor-Leste, mengingat Timor Leste baru saja menjadi anggota Codex pada Februari 2018 sehingga memerlukan peningkatan kapasitas keamanan pangan.

“Selain itu, melalui program ini peserta diharapkan mampu menerapkan materi pelatihan dan pada akhirnya berkontribusi untuk kemandirian sistem keamanan pangan di Timor Leste serta dapat memahami potensi dan peluang serta implikasi berbagai aspek dari pelaksanaan KSS, termasuk peran pendukung strategis yang dapat dimainkan oleh BPOM terkait pengawasan obat dan makanan serta penggerak ekonomi di bidang obat dan makanan” tutup Penny K Lukito. (HM-Rahman)

 

Biro Humas dan DSP

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana