“Ibu dan Bapak, pagi ini saya ingin mengenalkan Keluarga POMPI, ikon keluarga cerdas yang peduli terhadap keamanan pangan”, ujar Mona Ratuliu saat mengawali acara Gebyar Bulan Keamanan Pangan Nasional di kantor Badan POM, Kamis 9 April 2015. “Ada apa dengan keamanan pangan?, mengapa keluarga harus peduli dengan keamanan pangan?, mari kita tanya lebih jauh lagi kepada Pak Roy Sparringa, Kepala Badan POM yang hari ini hadir bersama kita”, lanjut Mona.
Adanya beberapa kejadian luar biasa di berbagai wilayah dunia, membuat isu keamanan pangan menjadi fokus perhatian dunia belakangan ini. Trend keamanan pangan meningkat di beberapa negara. Hal ini yang menjadi salah satu latar belakang mengapa Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjadikan “Keamanan Pangan” sebagai tema peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 2015. “Di Indonesia, permasalahan keamanan pangan menjadi salah satu fokus pengawasan Badan POM. Sebagai contoh, masih maraknya temuan penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan, menunjukkan masyarakat masih belum memahami pentingnya keamanan pangan”, ujar Roy Sparringa, Kepala Badan POM saat meresmikan Bulan Keamanan Pangan Nasional. “Karena itu, hari ini Badan POM mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap keamanan pangan”.
Mengangkat tema “Mewujudkan Pangan Aman Hingga Tingkat Perseorangan Melalui Edukasi Keamanan Pangan Berbasis Masyarakat”, kegiatan Bulan Keamanan Pangan 2015 ini mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya keamanan pangan di Indonesia dan mendorong masyarakat/konsumen untuk secara mandiri mampu memastikan bahwa pangan yang akan dikonsumsi aman, bermutu, dan bergizi. Masyarakat diajak untuk menjadi pelopor perubahan, turut aktif menyebarkan informasi mengenai keamanan pangan.
“Masyarakat memegang peran penting dalam permasalahan keamanan pangan. Permasalahan keamanan pangan dapat dicegah melalui perubahan perilaku. Jika setiap orang secara mandiri sudah terbiasa memilih, membeli, menyediakan, dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi, peredaran pangan yang tidak memenuhi syarat dan/atau mengandung bahan berbahaya akan menurun dengan sendirinya, dan kepedulian terhadap keamanan pangan tersebut dapat dimulai dari keluarga”, jelas Roy.
Peresmian Bulan Keamanan Pangan Nasional yang dihadiri oleh organisasi masyarakat, instansi pemerintah, perwakilan perguruan tinggi, dan undangan lainnya ini ditandai dengan penempelan puzzle keamanan pangan oleh Kepala Badan POM, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan RI, Ketua Persaudaraan Istri Anggota DPR RI, Ketua Kongres Wanita Indonesia. Selain peresmian, juga dilakukan penyerahan sertifikat GMP dan Surat Persetujuan Pendaftaran produk pangan kepada 6 UMKM binaan Badan POM, demo penyajian pangan yang aman dan sehat oleh Junior Master Chef Syallomitha Chacha, serta UMKM Expo. HM-05
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
