Lombok Utara – Badan POM terus menjalin kemitraan dengan Instansi terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan membangun komitmen yang kuat. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada pencanangan aksi daerah keamanan pangan jajanan anak usia dini di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yang diprakarsai Balai Besar POM (BBPOM) di Mataram (16/02/17)
Kegiatan Pencanangan Aksi Daerah Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Dini di Kabupaten Lombok Utara ini dihadiri oleh Bupati Lombok Utara yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Ir. H. Nanag Matalata; Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Suratmono; Plt. Kepala BBPOM di Mataram, Ni GAN Suarningsih; Kepala Biro Hukum dan Humas, Riati Anggriani; Bunda Paud Kabupaten Lombok Utara; Kepala SKPD di Lingkungan Kabupaten Lombok Utara; serta 100 orang peserta didik.
Program aksi diwujudkan melalui serangkaian kegiatan, diantaranya pengujian pangan jajanan anak sekolah dengan mobil laboratorium keliling, bimbingan teknis keamanan pangan kepada komunitas PAUD, pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) selaku pembina PAUD, serta penyuluhan terkait keamanan pangan kepada guru dan wali murid oleh peserta bimtek keamanan pangan di lingkungan sekolah masing-masing.
Kepala Badan POM menyampaikan bahwa pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak janin hingga usia 6 tahun akan mempengaruhi kualitasnya saat memasuki usia produktif. Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) memegang peranan penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah. “Pentingnya pengetahuan gizi dan kualitas kesehatan anak usia dini secara langsung berpengaruh pada perkembangan dan kebutuhan anak,” lanjut Penny Lukito.
“Pencanangan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan komunitas sekolah terkait keamanan, mutu, dan gizi pangan, serta meningkatkan kualitas serta daya saing SDM yang tangguh di Nusa Tenggara Barat,” tutupnya. HM-Kendra
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
