Faktor supply dan demand sangat mempengaruhi peredaran Obat dan Makanan ilegal. Seiring dengan upaya supply reduction yang dilakukan, maka aksi demand reduction juga memerlukan upaya yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan Obat dan Makanan ilegal.
Pembentukan Partnership for Safe Medicines (PSM) Indonesia dapat menjadi salah satu penggerak pemberian edukasi kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran obat ilegal dan pada akhirnya terjadi penurunan demand dari masyarakat.
Rabu, 4 Juni 2014, Kepala Badan POM memberikan sambutan dalam acara Partnership for Safe Medicines Indonesia : Roundtable and Workshop bertempat di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Komisi IX DPR RI, Kementerian Kesehatan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, MIAP, PERSI, IDI, PNNI, YPKKI, YLKI, dan Universitas Indonesia.
Dalam sambutannya pada pembukaan workshop, Kepala Badan POM menegaskan bahwa Badan POM sangat menghargai atas prakarsa pembentukan organisasi ini di Indonesia, meskipun BPOM tidak berada di depan, namun akan menjadi mitra bagi organisasi ini dan mendukung segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam menggunakan obat yang aman.
Pada kesempatan tersebut Kepala Badan POM juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berpartisipasi dalam memerangi kejahatan di dunia farmasi (pharmaceutical crime), yang diantaranya dapat dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. HM-08
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
