Yogyakarta – “Saya sangat mengapresiasi Balai Besar POM (BBPOM) di Yogyakarta setelah meraih Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2019 dan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2021, pelayanan dan reformasi birokrasi tetap berjalan dengan baik. Ke depannya diharapkan bisa membuat sistem pelayanannya menjadi digitalisasi”. Berikut pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB), Abdullah Azwar Anas, saat bertandang dan memberikan arahannya di Kantor BBPOM di Yogyakarta, Jumat (21/10/2022).
Kunjungan Menteri PAN-RB pada hari ini ke merupakan rangkaian dari kunjungan kerjanya ke Yogyakarta. Kehadirannya disambut langsung oleh Sekretaris Utama BPOM, Rita Mahyona; Inspektur Utama BPOM, Elin Herlina; Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Trikoranti Mustikawati; beserta jajaran BPOM lainnya.
Turut hadir bersama Menteri Azwar Anas dalam kunjungan tersebut di antaranya Sekretaris Eksekutif Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, Eko Prasojo; Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PAN-RB, Erwan Agus Purwanto; Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Alex Denni; dan Anggota Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional, Soni Sumarsono. Agenda pertama yang dilakukan adalah melakukan tinjauan ke beberapa fasilitas dan pelayanan yang dimiliki oleh BBPOM di Yogyakarta.
Pada saat melakukan dialog, Inspektur Utama BPOM menyampaikan bahwa sejalan dengan komitmen BPOM dalam implementasi RB, BPOM telah melakukan pembangunan Zona Integritas (ZI) yang dimulai dengan pencanangan ZI pada tahun 2012 oleh Kepala BPOM. Baru pada tahun 2017, sebanyak 4 (empat) unit kerja berhasil memperoleh predikat WBK.
“Sampai dengan tahun 2022 telah terdapat 23 (dua puluh tiga) unit kerja yang memperoleh predikat WBK dan 5 (lima) unit kerja memperoleh predikat WBBM dari total 64 (enam puluh empat) unit kerja, termasuk BBPOM di Yogyakarta”, lanjutnya.
Kepala BBPOM di Yogyakarta juga menambahkan bahwa terkait implementasi WBBM, timnya siap untuk meningkatkan kolaborasi dengan lintas sektor terkait. Utamanya dalam hal perizinan, sehingga pelaku usaha/Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat lebih mudah memperoleh izin edar.
“Inovasi-inovasi pelayanan publik yang dilakukan BBPOM di Yogyakarta dalam menjalankan RB bisa menjadi contoh bagi unit kerja lain. Semoga tim BBPOM di Yogyakarta tetap menjaga komitmennya untuk memberi pelayanan yang terbaik,” tutup Azwar Anas mengakhiri kunjungannya. (HM-Rahman)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
