Peduli Keamanan Pangan, BPOM Kerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang

10-05-2016 Hukmas Dilihat 1915 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

3 Mei yang lalu Kepala BPOM, Roy Sparringa menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang,  Drs. Fauzan, M.Pd., dan esok harinya, 4 Mei  dilakukan penandatangan MoU Kepala BPOM dengan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS. Penandatanganan MoU ini dilakukan sebagai salah satu langkah strategis untuk memecahkan masalah keamanan pangan di Indonesia. Penanda tanganan MoU dan kuliah umum di kedua universitas tersebut menghasilkan beberapa rencana aksi yang luarannya diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, terutama pada peningkatan keamanan pangan di daerah Malang khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

Roy mengatakan bahwa masalah keamanan pangan di Indonesia sangat memprihatinkan. "Berdasarkan data survei yang dilakukan The Economist Intelligent Unit 2015, keamanan pangan Indonesia berada pada posisi ke 88 dari 109 negara dan urutan ke-tujuh dari delapan negara ASEAN yang disurvei", tutur Roy.

 

Salah satu penyebab buruknya peringkat keamanan pangan di Indonesia adalah karena mutu air baku yang buruk. Salah satu butir penting dalam diskusi dengan Rektor Universitas Brawijaya Malang adalah mendesaknya perbaikan mutu air baku. "Dengan memperbaiki mutu air baku akan meningkatkan mutu air minum dan berimbas pada peningkatan keamanan pangan di Indonesia", jelas Roy.

 

Walaupun demikian, Roy menyadari bahwa Indonesia adalah negara besar dengan permasalahan yang sangat kompleks, sehingga untuk memperbaiki akses air minum bagi masyarakat perlu success story bertahap, terstruktur, dan terukur. Terkait hal itu maka dijalinlah kerja sama dengan semua pihak termasuk kalangan akademisi untuk bersama-sama membangun keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia. Diharapkan kampus dapat menjadi pelopor pembuatan kajian keamanan air minum di Indonesia. Disamping itu, diharapkan pula mahasiswa dapat berperan sebagai kader dan fasilitator untuk pendampingan program-program kesehatan seperti keamanan pangan jajanan anak sekolah dan sebagainya.

 

Pada kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang, Roy menyampaikan bahwa Indonesia dapat menjadi pusat produk halal dunia. "Mari menjadi bangsa besar. BPOM akan mendukung UMM untuk kembangkan produk halal", tutur Roy. (HM-Sandhy)

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana