Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito, membuka secara resmi kegiatan Penggalangan Komitmen Peningkatan Peran Serta Pelaku Usaha Dalam Menerapkan Ketentuan yang Berlaku. Acara yang berlangsung di Bandung, 4 Agustus 2016 dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik & NAPZA, Bahdar J Hamid; Direktur Pengawasan Produksi PT & PKRT, Togi J Hutajulu; Kepala BBPOM di Bandung, Abdul Rahim; serta perwakilan 50 industri farmasi se-Jawa.
Dalam sambutannya Penny menghimbau seluruh pelaku usaha untuk menerapkan Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) sesuai ketentuan. Industri farmasi diharapkan senantiasa proaktif secara mandiri dan berkelanjutan dalam melakukan pengawasan dan perbaikan terhadap mutu obat yang diproduksi tanpa menunggu temuan hasil inspeksi Badan POM.
Menurutnya industri farmasi merupakan sektor strategis yang memiliki prospek tinggi terutama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menghadapi MEA, pelaku usaha dituntut berdaya saing tinggi sehingga dapat memanfaatkan MEA sebagai peluang untuk ekspansi regional.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pasar farmasi Indonesia adalah 27% dari total pasar ASEAN, di mana sekitar 70% dari jumlah tersebut didominasi oleh pemain nasional. Sementara itu, Bussiness Monitor International (BMI) memproyeksikan pasar produksi farmasi Indonesia sebesar 69,07 triliun. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 102,05 triliun pada 2020 mendatang.
Peluang industri farmasi juga semakin terbuka luas mengingat adanya penerapan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan pengadaan obat nasional secara signifikan. Pemenuhan supply-demand yang seimbang tentu akan berdampak pada harga obat yang kian kompetitif.
Bahdar J Hamid dalam paparannya menyampaikan bahwa industri farmasi berbeda dengan industri lainnya karena memiliki prosedur yang ketat. Penerapan CPOB harus dipatuhi utk menjamin keamanan, khasiat, dan mutu obat. Kepatuhan terhadap CPOB juga akan menguntungkan perusahaan ke depan di tengah kompetisi global. (HM-Fathan)
Pelaku Usaha Berkomitmen Terapkan CPOB
04-08-2016 Hukmas Dilihat 2249 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan
