Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia melantik 1.042 pegawai di lingkungan BPOM pada Rabu (06/03/2024). Bertempat di Aula Bhinneka Tinggal Ika dan juga diikuti secara daring oleh pegawai yang dilantik, pelantikan dilakukan untuk 2 pejabat administrator (Kepala Bagian Tata Usaha) di Balai Besar POM dan 4 pejabat pengawas (Kepala Subbagian Tata Usaha) di Balai POM baru. Selain itu, juga dilantik 524 pejabat fungsional dan dilakukan penyambutan bagi 512 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) Tahun Anggaran 2022 dan 2023 di BPOM.
Pelantikan kali ini sekaligus menyasar perkuatan kepada unit pelaksana teknis (UPT) yang baru naik status menjadi Balai Pengawas Obat dan Makanan/Balai POM (sebelumnya Loka Pengawas Obat dan Makanan/Loka POM). ”Secara khusus saya ingin menyampaikan kepada para pejabat struktural di Balai POM baru agar dapat mengakselerasi pelaksanaan kegiatan di UPT-nya masing-masing. Sebagai kepala bagian tata usaha (TU) atau Kasubbag TU, merupakan suatu jabatan struktural yang sangat penting di dalam suatu unit kerja karena itu jantungnya organisasi,” ucap Plt. Kepala BPOM.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BPOM mengucapkan selamat datang kepada 512 PPPK BPOM yang direkrut pada tahun anggaran 2022 dan 2023. Ia berharap kehadiran PPPK menjadi semangat baru bagi BPOM dalam mengawasi produk obat dan makanan di seluruh pelosok negeri.
“Saya menyampaikan selamat datang kepada 512 PPPK dengan berbagai jabatan fungsional. Ini tentu merupakan suatu anugerah bagi kita bersama, yang kami mengharapkan dengan adanya PPPK, baik itu yang baru dan yang sudah existing di sini, menjadi semangat baru bagi kita semua. Tentunya ini kekuatan bagi BPOM untuk terus memperkuat fungsi sebagai pengawas obat dan makanan di seluruh pelosok negeri sampai ke daerah terpencil. Itulah janji kita,” harapnya.
Plt. Kepala BPOM juga mengingatkan terkait core value aparatur sipil negara (ASN) yang perlu dijunjung oleh setiap pegawai BPOM, yaitu Berakhlak (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). ”Sekali lagi saya ingatkan bahwa ASN bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Siapa yang kita layani: masyarakat, baik umum, pelaku usaha, ataupun pemerintah dan lembaga yang lain,” tegasnya.
Ia juga mendorong para kaum muda ASN BPOM untuk terus belajar mengembangkan diri sesuai kompetensi masing-masing. “Teman-teman saya ingatkan, terutama bagi yang muda-muda, jangan malas untuk belajar. Tidak hanya pendidikan formal, tapi juga pendidikan informal lainnya yang kita bisa dapatkan di mana saja,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Plt. Kepala BPOM berharap ASN BPOM dapat berprestasi, berkinerja baik, dan berperan positif dalam mengedukasi dan memberikan contoh baik kepada masyarakat. ”Intinya saya selalu dan selalu mengingatkan bagaimana kita menjadi ASN yang berprestasi, ASN yang berkinerja baik, ASN yang menjadi pilihan masyarakat, dan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat, baik di lingkungan kecil maupun yang besar,” tutupnya. (HM-Benny)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
