Jakarta – Kepala BPOM RI, Penny K Lukito melantik dan mengambil sumpah jabatan 14 pejabat struktural yang terdiri atas 2 Direktur BPOM, 8 Kepala Balai POM, dan 4 Kepala Loka POM di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (20/10/2023). Pelantikan kali ini terasa berbeda karena didominasi generasi muda yang akan menahkodai unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di berbagai daerah.
Kepala BPOM menegaskan pelantikan hari ini merupakan bagian dari pembinaan karier yang mengedepankan kualifikasi, keahlian, kompetensi serta rekam jejak untuk kinerja terbaik. “Kita harus selalu siap melaksanakan penugasan apa pun. Penugasan baru adalah kesempatan memperluas pengalaman dan kapasitas kepemimpinan,” terang Kepala BPOM.
Secara khusus, Kepala BPOM menyampaikan apresiasi atas kerja keras bersama jajaran sehingga UPT dapat naik kelas. Sebanyak 8 Loka POM naik kelas menjadi Balai POM di Payakumbuh, Tangerang, Tasikmalaya, Bogor, Surakarta, Kediri, Jember, dan Palopo. BPOM juga mendapat perkuatan pembentukan 3 Loka POM di Kota Sumba Timur, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Belu.
Penguatan ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas kerja UPT dalam melindungi kesehatan masyarakat serta mengembangkan dunia usaha obat dan makanan di daerah. Untuk itu pelantikan ini diharapkan akan semakin meningkatkan rasa percaya diri dan semangat dalam menjalankan tugas kepemimpinan.
“Bangun komunikasi dan jejaring dengan stakeholder, khususnya Pemda, untuk bersinergi dengan BPOM. Kembangkan terobosan dan inovasi pelayanan. Tunjukkan selalu keberpihakan pada potensi lokal dan manfaat kehadiran UPT sebagai bagian dari pembangunan daerah. Peran strategis BPOM harus makin terlihat dan terasa dengan kelembagaan UPT yang lebih besar dan kuat,” jelasnya.
Para pimpinan UPT BPOM diharapkan dapat menunjukkan performa kerja terbaiknya sebagai perpanjangan tangan BPOM dalam pengawasan obat dan makanan di daerah. Tidak hanya bekerja keras tetapi juga harus bekerja cerdas dan tuntas dengan mengedepankan integritas. “Kepala UPT baru agar mengonsolidasikan jajaran serta mengoordinasikan pembangunan Balai POM dan Loka POM sesuai dengan kenaikan status UPT,” seru Kepala BPOM.
Lebih lanjut Kepala BPOM menekankan pentingnya pengembangan kapasitas teknis dan non teknis perlu dilakukan oleh pimpinan unit kerja dan UPT. Dia mengajak jajarannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi (S-2/S-3), termasuk memberi kesempatan kepada staf untuk sekolah. “Ambil bidang ilmu non teknis pengawasan tetapi umum untuk mendukung kapasitas regulator, penegakan hukum seperti manajemen, hukum, kebijakan publik, dan lainnya,” ucapnya. (HM-Fathan)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
