Pelatihan Baku Pembanding dalam Rangka Kolaborasi
Pada tahun 2016 dan 2017 Laboratorium Baku Pembanding PPOMN telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Baku Pembanding dalam Rangka Kolaborasi yang berturut-turut diikuti oleh 19 orang peserta dari 18 industri farmasi, dan 21 orang peserta dari 19 industri farmasi di Indonesia dengan biaya penyelenggaraan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) . Pelatihan meliputi teori yang disampaikan oleh narasumber baik eksternal maupun internal PPOMN, dan praktikum.
Pelatihan ini adalah sebagai tindaklanjut dari pertemuan dan pembicaraan antara PPOMN dengan GP farmasi pada tahun 2013, 2014, dan 2016 yang membahas mengenai kesulitan PPOMN dalam memperoleh bahan baku sebagai calon baku pembanding, kebutuhan tambahan kolaborator dalam pengujian baku pembanding sebagai jaminan validitas hasil pengujian baku pembanding yang dihasilkan, dan rencana pembentukan Tim Adopsi Baku Pembanding Farmakope Indonesia (BPFI) dan Baku Pembanding Laboratorium (BPL) yang akan melibatkan produser baku pembanding, Perguruan Tinggi, dan Industri sebagai user.
Pelatihan baku pembanding dalam rangka kolaborasi yang terakhir telah dilaksanakan pada tanggal 17-21 Juli 2017 diikuti oleh 19 industri farmasi yaitu PT. Sinde Budi Sentosa, PT. Sanbe Farma, PT. Riasima Abadi Farma, PT. Hexpharm Jaya, PT. Beta Pharmacon, PT. Kimia Farma (2 orang), PT. Graha Farma, PT. Pabrik Pharmasi Zenith (2 orang), PT. Ferron Pharmaceuticals, PT. Sampharindo Perdana, PT. Galenium Pharmasia, PT. Mega Esa Farma, PT. Promedrahardjo Farmasi Industri, PT. Glaxo Wellcome Indonesia, PT. Indofarm, PT. Cendo Pharmaceutical Industries, PT. Dexa Medica, PT. Erlimpex, PT. Darya Varia Laboratoria. Acara pelatihan ini dibuka dan ditutup oleh Kepala PPOMN yaitu Ibu Atiek Supardiati Eka S., S.Si., Apt., MKM.
Narasumber eksternal yang membawakan materi tentang Uji Kolaborasi Penetapan Kadar Baku Pembanding dan Pemilihan Metode Statistik untuk Pengolahan Data Hasil Uji Kolaborasi adalah Prof. Dr. Slamet Ibrahim, DEA., Apt. dari ITB, sedangkan materi tentang Prinsip Green Analitical Chemistry (GAC) dan Penerapan GAC disampaikan oleh Ir. Dewi Ratnaningsih dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Narasumber internal menyampaikan materi mengenai Pengembangan BPFI, Pengujian BPFI di PPOMN, dan Ketidakpastian Hasil Pengujian Penetapan Kadar BPFI. Praktikum yang dilakukan adalah mengenai penetapan kadar baku pembanding untuk senyawa Atorvastatin, Colchicine, Metronidazol benzoate, dan Sulfasalazine dengan instruktur staf laboratorium Baku Pembanding-PPOMN.
Sebagai evaluasi akhir peserta mendapatkan post-test, kuisioner terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan, dan presentasi hasil uji baku pembanding dari masing-masing kelompok pengujian tersebut di atas.
Respons dan antusiasme dari industri farmasi terkait kerjasama ini sangat baik, selain keikutsertaan dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh PPOMN-Badan POM, juga adanya hibah bahan baku sejak beberapa tahun yang lalu dari industri farmasi. Dan pada tahun 2017 ini diperoleh 16 jenis bahan baku dengan jumlah antara 50 – 100 gram dari 10 industri farmasi yaitu PT. Caprifarmindo Laboratories, PT. Dankos Farma (3 jenis), PT. Darya Varia, PT. Indofarma, PT. Mersifarma TM, PT. Otto Pharmaceutical Industries, PT. Pharos Indonesia (2 jenis), PT. Pratapa Nirmala (3 jenis), PT. Sanbe Farma (2 jenis), PT. Otsuka Indonesia.
Semoga kerjasama ini akan terus berlanjut dengan baik, sehingga dapat mengatasi sebagian dari permasalahan dalam pengadaan bahan baku calon baku pembanding, dan produksi baku pembanding nasional terus meningkat sejalan dengan kebutuhan baku pembanding untuk semua laboratorium di lingkungan Badan POM dalam rangka pengawasan mutu obat dan makanan yang menjadi tupoksi PPOMN - Badan POM RI.
PPOMN
