Sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas organisasi dalam pengelolaan risiko TIK secara efektif dan efisien untuk melaksanakan pengawasan Obat dan Makanan, Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM) Badan POM menyelenggarakan Pelatihan IT Risk Management pada tanggal 20-23 Desember 2011 di Semarang.
Acara Pelatihan IT Risk Management ini dibuka oleh dr. M. Hayatie Amal, MPH selaku Sekretaris Utama Badan POM dengan jumlah peserta pelatihan sebanyak 100 orang peserta.
Peserta pelatihan terdiri dari beberapa pejabat eselon II dan eselon III serta beberapa staff yang terkait dengan bidang IT dari Pusat maupun Balai Besar/ Balai di seluruh Indonesia.
Program pelatihan dan pengembangan kompetensi manajemen risiko TIK tersebut mencakup:
- Training Strategic IT Risk Management
- Training Operational IT Risk Management
- Training IT Project Risk Management
Tujuan Training Strategic IT Risk Management adalah untuk:
- Untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya pengelolaan risiko TIK di level strategis, operasional, Proyek TIK di Badan POM,
- Untuk meningkatkan pengetahuan dan aplikasi mengenai Enterprise Risk Management pada level strategis untuk para pimpinan pengelola TIK
- Untuk meningkatkan pengetahuan dan aplikasi mengenai Enterprise Risk Management pada level operasional untuk para pelaksana pengelola TIK
- Untuk meningkatkan pengetahuan dan aplikasi mengenai pengelolaan risiko proyek TIK dan mengantisipasi keterbatasan sumber daya yang ada.
Kunci keberhasilan Penanganan IT Risk di Badan POM
- Adanya komitmen yang kuat dan konsisten disemua lini (Top Down Approach)
- Kejelasan Risk accountable
- Menetapkan Struktur yang bertanggung jawab terhadap IT Risk
Pelatihan ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh Dra. Rita Endang, Apt., MKes. Acara ditutup oleh Kepala Balai Besar Semarang yaitu Drs. Supriyanto Utomo, Apt., MKes.
Dengan adanya pelatihan IT Risk Management ini diharapkan kompetensi serta pemahaman terhadap pentingnya pengelolaan manajemen risiko secara enterprise di lingkungan Badan POM, khususnya untuk aspek TIK semakin meningkat.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
