Pelatihan Surveilan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan

15-09-2015 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 5018 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Komitmen dan koordinasi dengan lintas sektor adalah faktor penting dalam keberhasilan penanggulangan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB) Keracunan Pangan. Kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait di Kementerian Kesehatan sangat perlu untuk ditingkatkan. Di tingkat pemerintah daerah, BB/BPOM harus terlibat secara aktif dan jika perlu menjadi penggerak dalam upaya surveilan dan penanggulangan KLB Keracunan Pangan. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Drs Suratmono, MP, dalam acara pembukaaan Pelatihan Surveilan KLB Keracunan Pangan.

 

Pelatihan Surveilan KLB Keracunan Pangan diselenggarakan di Jakarta, 8-10 September 2015, diikuti oleh 50 peserta, yang merupakan perwakilan dari Balai Besar/ Balai POM, unit kerja dari Kedeputian III, serta unit lain yang terkait yaitu Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN), Pusat Riset Obat dan Makanan (PROM), dan Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM). Hadir sebagai narasumber adalah Prof Dedi Fardiaz dari Institut Pertanian Bogor, tim dari Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) yang terdiri dari Dr. Moch. Erfandi, dr. Endah Kusumowardani, M.Epid dan Sugito, SKM, M.Kes, Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan - Dr Imran Agus Nurali, SpKO, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan - Drs Halim Nababan, MM, Kepala Seksi Cemaran Mikroba, PPOMN – Drs. Rusmadi Eko Priyono, M.Si, Kepala Seksi Keamanan Pangan - Dra. Loise Riani Sirait, Apt., M.Si, Kasubdit Surveilan dan Penanggulangan Keamanan Pangan - Dra Juleka Susy Susanti, Apt, MP, dan pengelola data surveilan KLB Badan POM - Ima Ananda, SP.

 

Materi yang disampaikan meliputi Kebijakan Pelaksanaan Surveilan KLB Keracunan Pangan di Badan POM, Manajemen Penanggulangan KLB Keracunan Pangan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2013 tentang KLB Keracunan Pangan, SOP  Penanganan KLB Keracunan Pangan di Badan POM, Optimalisasi Pelaporan KLB Keracunan Pangan di Badan POM, Investigasi Epidemiologi KLB Keracunan Pangan, Penetapan Sumber dan Cara Terjadinya Keracunan Pangan, Penetapan Diagnosis Etiologi KLB Keracunan Pangan, Penanganan Sampel KLB Keracunan Pangan, dan Penanggulangan KLB Keracunan Pangan. Selain itu, dilakukan juga simulasi penanganan KLB Keracunan Pangan, simulasi Pelaporan KLB Keracunan Pangan melalui Aplikasi SPIMKer, dan simulasi Komunikasi Risiko dalam KLB Keracunan Pangan.

 

Seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini untuk meningkatkan peran serta aktif BB/BPOM dalam penanggulangan KLB KP bersama lintas sektor di daerah.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana