Peluncuran BioLuric: BPOM Dukung Pengembangan Obat Herbal

27-01-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 924 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Bogor – Pengembangan obat herbal terus mendapat perhatian pemerintah melalui ragam program kebijakan. Terbukti berkat pengawalan BPOM dan dukungan pendanaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Biolife Indonesia berhasil memformulasi produk obat herbal.

Peluncuran produk yang dinamai BioLuric ini dihadiri langsung Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dan Rektor IPB, Prof. Arif Satria, serta para Peneliti IPB dan perwakilan PT Biolife Indonesia di IPB International Convention Center, Kamis (26/01/2023). Produk ini berbahan herbal sidaguri, seledri, dan tempuyung yang sangat mudah diperoleh dan tumbuh di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM mengapresiasi pencapaian kolaborasi multihelix, mulai dari riset oleh akademisi IPB, hilirisasi dan komersialisasi oleh PT Biolife Indonesia, dukungan dan fasilitasi pendanaan oleh Kemendikbud Ristek, serta pendampingan dan fasilitasi BPOM agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek khasiat, keamanan, dan mutu.

“Kerja sama bisa banyak dilakukan dari awal, mulai dari penelitian, pendampingan regulasi, hingga hilirisasi. Kami juga mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan start up, dan hal ini juga menjadi perhatian IPB,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala BPOM optimis produk obat herbal yang dihasilkan IPB bisa terus dikembangkan, terutama untuk mendukung Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. “Saya kira ini ada potensi uji klinis menjadi fitofarmaka sebagai substitusi obat kimia, yakni obat berbahan alam yang tengah menjadi tren di Indonesia dan global,” jelasnya.

Hingga saat ini, sekitar 30% dari 400 penelitian yang dilakukan IPB telah berhasil menjadi produk komersial. “Sangat potensial penelitian yang ada di IPB dan BPOM siap untuk mendampingi produk berbahan alam, suplemen, dan pangan. Dengan produk berbahan alam ini, ada potensi Indonesia berada di depan,” katanya menyemangati para Peneliti IPB.

Penny berharap sangat besar agar IPB terus mengembangkan dan mendukung upaya bersama sebagai bangsa, mewujudkan kemandirian obat dan makanan untuk di dalam negeri dan ekspor. “BPOM siap mendukung dan kita menjadi yang paling bangga jika ada produk yang berkualitas, bermutu, dan bermanfaaat bagi umat manusia,” tutup Penny mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Rektor IPB mengutarakan temuan ini sangat berharga bagi penguatan kedaulatan kesehatan bangsa. Pasalnya, Indonesia masih kerap mengimpor produk obat-obatan yang sangat tinggi. “Saatnya kita bisa berdaulat secara kesehatan menghasilkan obat-obatan dalam negeri karena ini momentum kita mengingat sumber daya yang sangat melimpah, termasuk peneliti di IPB,” katanya.

Dengan kerja keras, dia optimis Indonesia dapat menghasilkan obat herbal yang lebih banyak variasinya dan bermutu. IPB tengah meningkatkan kualitas inovasi, sehingga riset yang dilakukan para dosen dapat merespons perkembangan di lapangan. “Karena itu, hubungan dengan industri suatu keniscayaan untuk mengetahui apa yang dimau pasar, sehingga riset ini menjadi sebuah solusi,” jelasnya. 

Ketua Peneliti Produk BioLuric, Prof. Dyah Iswantini Pradono menceritakan idenya didasari kekayaan alam Indonesia sebagai megabiodiversitas kedua di dunia. Perjalanan penelitian ini cukup panjang dan sudah dilakukan secara konsisten sejak 2003. Penelitian dilakukan berbasis bahan aktif dari awal mulai bahan baku, ekstrak, hingga kemudian diketahui senyawa aktifnya dan mekanisme kerjanya.

“Kami melakukan konsultasi protokol uji praklinik, uji toksisitas akut, dan uji toksisitas subkronik dalam rangka persiapan dengan tim ahli BPOM. Terima kasih kepada Bu Penny dan jajarannya, kami berkali-kali melakukan pembimbingan dan pendampingan agar prosesnya lebih cepat, akhirnya kami peroleh produk terstandardisasi,” tuturnya, HM-Fathan

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana