Peluncuran Buku Penanganan COVID-19: BPOM Ungkap Tantangan Pengawalan Vaksin

21-12-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 628 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) meluncurkan Buku Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Selasa (20/12/2022). Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyerahkan secara simbolis buku tersebut ke sejumlah pimpinan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Provinsi yang telah berkontribusi dalam penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, termasuk Kepala BPOM RI, Penny K Lukito. 

Selama pandemi, BPOM berperan nyata dalam mengawal keamanan obat dan vaksin COVID-19. Penny membagikan cerita bagaimana BPOM menghadapi tantangan sekaligus tekanan dalam mengawal keamanan vaksin dan obat.  

“Masa-masa tersebut paling menegangkan bagi BPOM. Selama ratas kami yang paling sering dimarahi dan selalu ditekan kiri kanan, tapi tentu saja tugas BPOM memastikan akses percepatan untuk vaksin dan obat yang belum ada, harus ada. Aspek keamanan menyangkut kredibilitas bangsa betul-betul harus dijaga. Alhamdulilah aspek scientific based benar-benar dipahami Bapak Presiden,” terangnya mengenang masa sulit melalui pandemi.

Hal yang tak kalah menariknya, pandemi justru merubah segalanya, terutama perubahan besar di industri farmasi. Menurutnya, peristiwa ini juga menjadi catatan penting dunia internasional bahwa di masa krisis COVID-19 justru menjadi peluang dan reformasi di industri farmasi. 

“Pandemi memunculkan industri vaksin lebih dari satu dan akan terus bertambah lagi. Ini akan menjadi aspek kemandirian dari bangsa kita. Saya kira ini satu pencapaian kita, transformasi dari industri farmasi terutama vaksin,” jelasnya optimis.

Sementara itu, Menko Perekonomian mengamini upaya keras yang dilakukan BPOM dalam mengawal vaksin COVID-19. Menurut Politisi Golkar ini, BPOM menjadi wasit apa yang boleh digunakan atau tidak. “Saya paling banyak menekan untuk Emergency Use Authorization dan kehalalan vaksin,” ucapnya berkelakar.

Buku yang diluncurkan hari ini merangkum kisah-kisah penanganan sejak hari pertama ditemukannya kasus COVID-19 hingga Indonesia keluar dari jurang pandemi. "Buku yang mungkin saya lihat ada linimasa, baik keputusan maupun regulasi dan ini kerja sama yang luar biasa seluruh pemangku kepentingan pemerintah, masyarakat, dan komunitas," tuturnya. 

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan banyak negara mengapresiasi langkah Indonesia yang dinilai sukses menangani pandemi COVID-19. "Hampir seluruh negara mengalami hal serupa, namun tidak banyak negara yang lolos dari situasi dengan kinerja ekonomi pulih secara kuat seperti sebelum terjadi pandemi. Banyak negara G-20 juga bertanya bagaimana kita sukses dan tentu sebagian ini ada di dalam buku," katanya. 

Peluncuran buku juga dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Perindustrian, Wakil Menteri Keuangan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Kalimantan Timur. (HM-Fathan)


Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana