Perkembangan teknologi telah dirasakan oleh masyarakat di Indonesia, termasuk perkembangan teknologi terkait obat dan makanan. Badan POM sebagai instansi pemerintah yang mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia terus melakukan pemutakhiran teknologi untuk mendukung kerja pengawasan obat dan makanan serta memaksimalkan pemanfaatannya untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. Selain meningkatkan pelayanan publik menggunakan teknologi, BPOM juga terus melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi yang telah BPOM lakukan ke masyarakat.
Pada Sabtu, 23 Desember 2017, tim Pusat Informasi Obat dan Makanan menjadi salah satu narasumber pada acara Seminar Nasional dan Webinar “Pharmaceutical Update”, Fakultas Sains dan Farmasi, Universitas Mathla’ul Anwar, Pandeglang, Banten. Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta terdiri dari dosen, mahasiswa farmasi dan apoteker yang berada di daerah Serang, Pandeglang dan wilayah Banten lainnya.
Di kesempatan tersebut, Kepala Bidang Informasi Obat menyampaikan materi tentang Update Informasi Obat dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pengawasan obat dan makanan. BPOM melakukan pengawasan pre-market hingga post-market menggunakan teknologi informasi berupa aplikasi berbasis website dan mobile. Melalui informasi yang tersedia pada website BPOM dan aplikasi mobile, masyarakat khususnya apoteker dan tenaga kesehatan lainnya dapat mengetahui informasi terkini terkait obat dan makanan sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan serta kesadaran masyarakat terkait pentingnya memilih obat dan pangan aman.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
