Pembahasan II Hasil Uji Kolaborasi dan Adopsi Baku Pembanding 2017
Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) salah satu tugasnya adalah melakukan pengembangan baku pembanding dibantu oleh Laboratorium Unggulan Baku Pembanding BBPOM di Yogyakarta, 14 laboratorium BBPOM kolaborator, dan 2 tahun terakhir ini telah melibatkan juga beberapa laboratorium Industri Farmasi sebagai kolaborator pengujian baku pembanding.
Pada tahun 2017 telah dilakukan pengujian terhadap 72 jenis bahan baku pembanding, namun hanya 70 jenis yang dapat diajukan dalam Rapat Pembahasan Hasil Uji Kolaborasi Baku Pembanding, dan akhirnya 67 jenis baku pembanding yang berhasil diadopsi sebagai Baku Pembanding Farmakope Indonesia (BPFI) dan Baku Pembanding Laboratorium (BPL), sedang sisanya masih ditunda penerbitannya. Pengujian baku pembanding meliputi uji baku pembanding baru dan uji ulang dalam rangka menjamin kualitas baku pembanding, atau pemenuhan kembali baku pembanding yang sudah ada. Dengan demikian maka baku pembanding yang tersedia di PPOMN saat ini adalah 494 jenis.
Pembahasan hasil uji kolaborasi dan adopsi baku pembanding yang kedua tahun 2017 ini telah dilaksanakan pada tanggal 5-7 Desember 2017 di Jakarta. Yang dibuka oleh Atiek Supardiati E.S. (Kepala PPOMN) dan dihadiri oleh dua orang tenaga ahli yaitu Prof. Dr. Slamet Ibrahim, DEA., Apt. dan Prof. Dr. Sudibyo Martono, Apt.; penguji baku pembanding dari PPOMN dan Balai Unggulan Baku Pembanding dari BBPOM di Yogyakarta; perwakilan laboratorium kolaborator baku pembanding dari BBPOM di Bandar Lampung, BBPOM di Bandung, BBPOM di Surabaya, BBPOM di Denpasar, BBPOM di Mataram, BBPOM di Manado, BBPOM di Makasar; juga perwakilan laboratorium kolaborator baku pembanding dari industri Farmasi yaitu PT. Dankos Farma dan PT. Interbat.
