Pemberdayaan Masyarakat Peduli Keamanan Pangan Bersama bermitra dengan Anggota Komisi IX DPR

03-03-2014 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 1891 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Masalah keamanan pangan sangat kompleks mencakup mata rantai pangan dari hulu ke hilir, kesehatan manusia, dari tanaman pangan yang dibudidayakan sampai dikonsumsi (from farm to table). Masih banyaknya penggunaan bahan kimia yang dilarang untuk pangan serta kasus-kasus keracunan pangan (KLB) menunjukkan belum semua pihak memahami dengan baik tentang  keamanan pangan. Untuk itu Badan POM RI  bermitra dengan Anggota Komisi IX DPR Bapak Zuber Safawi SHI menggelar acara bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Peduli Keamanan Pangan pada tanggal 1-2 Maret 2014 di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Acara ini  dihadiri oleh 200 orang mayoritas Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan pimpinan SKPD.

 

Meningkatkan pemahaman masyarakat selaku konsumen tentang pentingnya produk pangan olahan yang memenuhi aspek mutu dan keamanan pangan dan meningkatkan kemampuan penerapan praktek keamanan pangan yang baik di rumah tangga menjadi tujuan utama dari kegiatan Pemberdayaan ini.

 

Acara diawali dengan Penyerahan Bahan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada Bapak Zuber Safawi SHI dan pimpinan SKPD oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Panga

 

Narasumber pertama,  Bapak Zuber Safawi SHI menyampaikan paparan mengenai Fungsi DPR dalam Pengawasan Program Pemerintah  serta mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang aman dan halal sesuai UU Pangan No. 18 Tahun 2012.

 

Dilanjutkan dengan paparan mengenai  5 (Lima) Kunci Keamanan Pangan bagi Keluarga Anda   oleh Prof. Dr. Winiati Pudji Rahayu, MS. Melalui paparan ini , masyarakat khususnya bagi  Ibu-Ibu semakin memahami  bagaimana cara menangani pangan yang tepat di tingkat keluarga sehingga dapat melindungi keluarganya dari penyakit akibat pangan.

 

“Penggunaan bahan tambahan pangan yang melebihi batas (khususnya pemanis buatan)  cenderung meningkat, penyalahgunaan bahan berbahaya dan  praktek higiene dan sanitasi  yang kurang baik masih ditemukan pada pangan khususnya Pangan Jajanan Anak Sekolah, sehingga perlu mendapat perhatian khusus  dan kerjasama serta komitmen lintas sektor dan peran masyarakat sangat diharapkan untuk meminimalisir peredaran pangan  yang tidak memenuhi syarat “, demikian disampaikan oleh Kepala Balai Besar POM di Semarang.

 

Pada acara sesi tanya jawab, pertanyaan yang mendominasi adalah seputar 5 (Lima) Kunci Keamanan Pangan bagi Keluarga Anda, dan penggunaan Bahan Tambahan Pangan. Selain itu juga terdapat pertanyaan mengenai Jamu dan Kosmetik ilegal

 

 

 

 

Direktorat Surveilan dan
Penyuluhan Keamanan Pangan       

 

 

                                                                

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana