Yogyakarta – Sepekan usai pelantikan Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Yogyakarta oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito langsung melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya dari Semarang menuju Yogyakarta untuk melakukan pembinaan kepada seluruh jajaran pimpinan dan pegawai di Kantor BBPOM di Yogyakarta (07/11).
Dalam sambutan pembukanya, Kepala BPOM menyampaikan pesan khusus ke Raja Yogyakarta untuk melayani dan melindungi rakyatnya. Untuk itu Beliau akan memantau khusus pengawasan obat dan makanan di Yogyakarta. “Ini suatu amanah dan tanggung jawab, apalagi dengan adanya Nota Kesepakatan antara BPOM dengan Pemerintah DIY. Ini adalah suatu kehormatan yang harus kita jaga bersama,” jelas Kepala BPOM.
Menurutnya, Yogyakarta merupakan bagian penting dalam pemerintahan Negara Republik Indonesia karena memiliki sumbangsih besar dalam turut andil memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk itu tugas dan fungsi mengawal, melayani, dan melindungi masyarakat di Yogyakarta bukan main-main. “Ada tanggung jawab yang harus diimplementasikan,’’ tegasnya.
Kepala BPOM percaya pegawai BBPOM di Yogyakarta adalah birokrat profesional yang memiliki keahlian khusus, dan akan terus ditingkatkan sesuai tantangan yang berkembang. “Saya harap semua bersemangat mengembangkan diri tidak hanya bekerja rutinitas. Perlu waspada terkait permasalahan yang ada di masyarakat. Cermati dan sensitif, kemudian pelajari, cari data dan informasi valid, sehingga bisa dianalisa dan diambil langkah kebijakan teknis,” terangnya.
Ada beberapa permasalahan khusus di Yogyakarta, pertama keamanan pangan segar di pasar. Terkait hal ini menurutnya dapat membuka kesempatan dan peluang tanggung jawab yang lebih dalam pengawasan pangan segar. “Laboratorium uji yang lengkap bisa dikembangkan untuk kepentingan lain sesuai regulasi yang ada,” tuturnya.
Selain itu pangan jajanan anak menjadi konsen semua pihak, termasuk Presiden. Untuk itu kita perlu bermitra dengan instansi setempat meningkatkan pengawasan. Ini harus dikembangkan dan dikomunikasikan dengan Dinas terkait untuk direplikasi dan diperluas dengan program yang ada melalui penganggaran bersama. Kemudian juga penting mengedukasi masyarakat.
Dalam melakukan tugasnya, seluruh BB/BPOM di daerah mendapatkan pembinaan dari Pimpinan. Untuk BBPOM di Yogyakarta dibina oleh Deputi II BPOM, Mayagustina Andarini. Hasil pemantauan menyebutkan bahwa di Yogyakarta banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pangan dan obat tradisional lah yang perlu diperhatikan. Selain itu menurut Deputi II, pegawai BBPOM di Yogyakarta memiliki kompetensi yang bagus, sehingga perlu dipindah ke tempat lain agar keahliannya menyebar di seluruh BB/BPOM.
Sekretaris Utama BPOM, Elin Herlina mengatakan bahwa diperlukan pola karir penempatan sumber daya manusia (SDM) termasuk rotasi dan mutasi antar wilayah BPOM seluruh Indonesia. “Jumlah SDM di sini terpenuhi di atas rata-rata, sehingga menjadi tantangan dalam peningkatan penilaian kinerja dengan adanya terobosan-terobosan lain yang akan menambah nilai ke depan,” ucap Elin Herlina.
Merespon hal ini, Kepala BPOM memotivasi seluruh pegawai agar jangan mencari kenyamanan di satu tempat. Kita harus tantang diri sendiri untuk melakukan perubahan, salah satunya dengan adanya mutasi dan promosi. “Perlu tantangan untuk memotivasi dan mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki,” serunya bersemangat.
Sementara itu Deputi IV BPOM, Hendri Siswadi selaku pembina yang baru mengarahkan bahwa BBPOM di Yogyakarta harus menjadi rujukan utama bagi masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, perguruan tinggi, media terkait obat dan makanan. “Indikator keberhasilan adalah banyaknya kunjungan masyarakat, perlu intensifikasi pengawasan dan penindakan, dan bagaimana apresiasi positif terhadap BBPOM di Yogyakarta,’’ katanya.
Menanggapi hal ini Kepala BBPOM di Yogyakarta, Rustyawati menyampaikan pihaknya telah menyusun langkah-langkah strategis dan akan merapatkan barisan dengan Pemda dan pihak terkait, serta akan membentuk tim internal khusus gerak cepat. Apalagi pemenuhan SDM mencapai 97% ditambah tingkat kompetensi S2 sebanyak 15 orang. “Kita sedang pikirkan inovasi yang akan dilakukan karena ini potensi yang harus dimanfaatkan.” tutupnya. HM-Fathan
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
