Pencanangan GN-WOMI dan Peluncuran Buku Etnomedisin

08-02-2013 Hukmas Dilihat 2109 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Hukmas

Jangan Pernah Menyerah

Never, never, never, never, never give up! Jangan pernah menyerah untuk mengajak dan memberdayakan masyarakat. Jadilah motor penggerak yang terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar mereka peduli dan waspada terhadap produk Obat dan Makanan ilegal. Gerakan ini terlalu penting untuk berhenti di tengah jalan. Karena itu, komitmen semua pihak sangat dibutuhkan agar Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal ini dapat terus berjalan. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH dalam sambutannya pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Waspada Obat Dan Makanan Ilegal (GN-WOMI) dan Peluncuran Buku Dokumentasi Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia di Aula Gedung C Badan POM tanggal 8 Februari 2013.

GN-WOMI merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai demand dengan memberdayakan masyarakat sebagai pengguna Obat dan Makanan agar lebih waspada terhadap peredaran Obat dan Makanan ilegal. GN-WOMI ini merupakan satu inisiatif kegiatan dari Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal, yang melibatkan seluruh pihak baik instansi pemerintahan, masyarakat umum dan stakeholder (pabrik farmasi, distributor, dan sebagainya) untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran untuk memerangi Obat dan Makanan ilegal.

Pencanangan gerakan ini diikuti dengan penandatanganan komitmen bersama anti obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen makanan dan pangan ilegal oleh instansi pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Instansi pemerintah diwakili oleh Badan POM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Bareskrim Kepolisian RI. Pihak pelaku usaha diwakili oleh PD Pasar Jaya, GP Farmasi, IPMG, GP Jamu, Perkosmi, PPA Kosmetik dan GAPMMI. Sedang pihak masyarakat diwakili oleh YLKI, Ikatan Apoteker Indonesia, Persatuan Orang Tua Murid dan Guru serta Bhayangkari. Sebelumnya Menteri Kesehatan juga berkesempatan menyematkan pin GN-WOMI kepada perwakilan masyarakat.

Kepala Badan POM, Dra. Lucky S. Slamet M.Sc, menyampaikan harapannya agar masyarakat lebih peduli untuk selalu membaca label guna mengenali dan mengidentifikasi produk yang terdaftar dan juga selalu membeli produk di sarana resmi sehingga masyarakat mampu melindungi dirinya dari penggunaan Obat dan Makanan ilegal.

Dalam kesempatan ini juga diluncurkan Buku Etnomedisin yang berisi ramuan obat tradisional yang digunakan masyarakat etnis tertentu untuk pengobatan dan juga sebagai langkah awal perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) traditional knowledge bangsa Indonesia. Buku ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melakukan pengobatan sendiri untuk penyakit-penyakit ringan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kearifan lokal menggunakan ramuan herbal warisan budaya Indonesia. (HM-04)

Biro Hukmas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana