Pengembangan Obat Herbal Indonesia Melalui Sinergi ABG Harapan Baru Dunia Farmasi

01-12-2014 Hukmas Dilihat 3056 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Sebagai salah satu bahan baku yang sering digunakan dalam obat tradisional/herbal medicine, potensi tumbuhan obat Indonesia tentunya harus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. 3 kelompok obat tradisional yang ada saat ini, yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka dapat dimanfaatkan untuk tujuan promotif, paliatif, preventif, maupun kuratif. Klaim untuk masing-masing kelompok tersebut tergantung dari pembuktian secara empiris atau ilmiah.

 

"Industri sebagai pemilik produk juga harus menyadari akan tanggung jawabnya memberikan jaminan kepada masyarakat selaku konsumen bahwa produk yang dihasilkan dan diedarkan aman dan dapat memberikan khasiat atau manfaat", demikian disampaikan Kepala Badan POM, Roy Sparringa dalam paparannya pada Seminar Development and Application of Herbal Medicine in Indonesia, yang bertempat di Swiss German University (SGU) Tangerang, (01/12/14).

 

Badan POM memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini, sebagai upaya untuk mendorong tumbuhnya studi/penelitian obat tradisional yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setelah memperoleh penilaian yang obyektif. Sementara itu poros Academic, Bussines, dan Goverment (ABG) harus diefektifkan agar dapat memberikan kontribusi dan sinergisme sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.

 

Hadir pada acara tersebut, Wakil Rektor SGU, Filiana Santoso; Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi SGU, Hayati Samuel Kusumocahyo; Ketua Jurusan Biomedical Engineeering SGU, Maruli Pandjaitan; Director of Corporate Development PT. Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata; serta 150 peserta seminar yang terdiri dari Mahasiswa dan Pelaku Usaha/ Industri.

 

Keseriusan Badan POM dalam mengapresiasi kegiatan kali ini ditunjukkan dengan membuka stand pameran yang antara lain menampilkan contoh obat tradisional  ilegal termasuk mengandung bahan kimia obat. Antusiasme pengunjung pameran yang mayoritas dosen dan mahasiswa terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Semoga masyarakat Indonesia dapat menjadi konsumen cerdas agar terhindar dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. HM-12

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana