Pengukuhan PFMI Ciptakan Wadah Pengembangan Profesionalisme PFM

16-09-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 1233 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Kendari - BPOM melaksanakan pengesahan dan pengukuhan 10 (sepuluh) pengurus Organisasi Profesi Pengawas Farmasi dan Makanan Indonesia (OP-PFMI) di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Kamis, (14/09/2023). Selain pengukuhan, dilaksanakan juga Rapat Kerja Nasional PFMI yang membahas tentang keprofesian Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM), perluasan kepengurusan termasuk pengurus daerah, dan pembahasan anggaran. Rakernas PFMI pertama pada Jumat (15/09/2023) ini mengusung tema “Transformasi Organisasi Profesi PFMI Menghadapi Tantangan Perubahan dan Paradigma Baru Pengawasan Obat dan Makanan”.

“Kehadiran OP-PFMI sangat penting untuk memperkokoh rasa kebersamaan anggota profesi PFM serta menjadi wadah pengembangan profesionalisme PFM untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang efektif.” ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito yang mengukuhkan pengurus OP-PFMI.

BPOM sendiri telah memiliki 3.332 PFM. Sebanyak 1.964 orang di antaranya telah bergabung menjadi anggota aktif OP-PFMI, termasuk 7 dari 11 PFM di instansi lain. OP-PFMI dibentuk dengan harapan dapat mendorong tumbuhnya kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan yang terus berkembang. Hal ini dapat dicapai dengan perumusan strategi serta fasilitasi peningkatan kompetensi dan profesionalisme PFM dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan secara berkesinambungan.

Kepala BPOM RI berpesan agar para pengurus PFMI dapat menjadi motor penggerak dalam mengembangkan dan mengimplementasikan program kerja berkualitas agar dapat mewujudkan visi organisasi PFMI. Visi yang dimaksud yaitu mewujudkan profesi PFM yang kompeten, profesional, dinamis, berjiwa sosial dalam mewujudkan obat dan makanan yang aman dan berdaya saing, serta untuk memperkuat organisasi profesi PFMI.

“OP-PFMI ini diharapkan dapat terus proaktif menjaring anggotanya baik PFM lain di BPOM maupun instansi non BPOM untuk bersinergi memajukan keprofesian PFM. Oleh karena itu, kepengurusan OP-PFMI di Balai Besar/Balai POM agar segera dibentuk.” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum OP-PFMI, Togi Junice Hutadjulu dalam Rakernas PFMI menjelaskan pentingnya PFMI dalam mendukung tugas pengawasan obat dan makanan secara berkesinambungan. Untuk mendukung tugas tersebut maka kepengurusan PFMI di Balai Besar/Balai POM akan segera dibentuk.

“OP-PFMI diharapkan mampu menciptakan kegiatan yang inovatif untuk mencerdaskan masyarakat dalam mendapatkan obat dan makanan yang aman. Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan jejaring yang lebih luas serta efektif.” jelas Ketua Umum OP-PFMI.

Pada Rakernas ini, turut hadir Sekretaris Jenderal Pengurus Nasional Perkumpulan Perencana Pembangunan Indonesia (PN PPPI), Randy R. Wrihatnolo dan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia  (PATPI), Ardiansyah sebagai narasumber. Pada kesempatan tersebut, kedua narasumber menjelaskan tentang peran organisasi profesi untuk meningkatkan profesionalitas anggota. Tak hanya itu, Rakernas ini juga merupakan ajang para anggota untuk menyampaikan pendapat, saran, dan masukan juga ikut serta dalam usulan kegiatan dan pemilihan kepengurusan di daerah. Harapannya akan didapatkan kesimpulan dan rekomendasi tindak lanjut pelaksanaan kegiatan PFMI yang akan datang. (HM-Devi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana