“Adanya kesepakatan negara-negara ASEAN untuk segera mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata yaitu ASEAN Economy Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), membuat kita harus bekerja lebih keras dalam meningkatkan daya saing produk-produk kosmetika Indonesia. Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah bentuk integrasi yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2015”. Demikian disampaikan oleh Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik & Produk Komplemen Badan POM, Drs. T. Bahdar Johan H., Apt., M.Pharm, dalam sambutannya pada pelantikan Ketua Umum dan Pengurus PERKOSMI di Hotel Twin Plaza, Rabu, 18 Juni 2014.
Para pelaku usaha kosmetika dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas produknya dengan menjamin keamanan, manfaat, dan mutu dari produk yang dihasilakn/ dipasarkannya. Untuk itulah perlu adanya kerja sama dan komunikasi antara pemerintah dengan Stakeholders dalam menciptakan dan meningkatkan produk-produk kosmetika yang berkualitas agar mampu menghadapi pasar global nantinya.
Hal penting lain yang harus kita kelola dan kembangkan adalah produk yang berbahan baku asli Indonesia. Cukup banyak literatur/ buku-buku maupun prasasti kuno yang menuliskan resep kosmetika tradisional yang pada saat ini sudah ditinggalkan. Kesulitan dalam membawa resep tradisional ke dunia modern adalah kurangnya pengetahuan tentang teknologi industri skala besar seperti pengujian stabilitas produk jadi dan konsistensi mutu bahan bakunya serta data-data ilmiah untuk pengujian safety dan efikasi. “Ini merupakan tantangan bagi teknokrat dan ilmuwan di Indonesia” ujar T. Bahdar Johan.
Pada akhir sambutannya, Deputi II Badan POM tersebut mengucapkan selamat kepada Ketua PERKOSMI periode 2014-2018, Dra. Nurhayati Subakat, Apt. “Semoga kita dapat terus menjalin kerja sama yang baik dan semoga acara dialog pada hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua”, lanjutnya dengan penuh harapan. HM-12
Biro Hukum dan Humas
