Peningkatan Daya Saing UMKM OT di Era MEA

29-03-2016 Obat Asli Indonesia Dilihat 2088 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Sejak berlakunya ASEAN Economic Community atau masyaratakat Ekonomi ASEAN (MEA) tanggal 31 Desember 2015 siap atau tidak siap, pelaku usaha di Indonesia  dituntut harus mampu bersaing merebut pasar, utamanya pasar di Indonesia. Hal ini disebabkan jumlah penduduk Indonesia lebih dari 50% jumlah seluruh penduduk negara-negara ASEAN lainnya.

 

Adanya kecenderungan masyarakat dunia untuk kembali menggunakan obat bahan alam dalam mengatasi penyakit dan memelihara kesehatan, merupakan peluang bagi pelaku UMKM obat tradisional Indonesia untuk dapat mengeksplorasi jamu lebih dalam baik dari aspek keamanan, manfaat, mutu sampai kepada produk jadi yang inovatif sehingga bernilai jual tinggi dan berdaya saing tinggi.

 

Nota Kesepahaman antara BPOM dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, BPOM dengan Kementerian Perdagangan serta BPOM dengan Kementerian PPPA dimaksudkan untuk memperkuat peran BPOM dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat, khususnya pelaku UMKM obat tradisional.

 

Dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman tersebut, Direktorat Obat Asli Indonesia pada tanggal 16-17 Maret 2016 telah menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknologi kepada pelaku UMKM obat tradisional, Usaha Jamu Gendong dan Penyehat Tradisional, bertempat di Balai Kota DI Yogyakarta. Acara tersebut melibatkan 184 (seratus delapan puluh empat) orang pelaku UMKM obat tradisional, Usaha Jamu Gendong dan Penyehat Tradisional serta narasumber dari Kementerian Perdagangan, Kementerian PPPA, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan tim ahli dari akademisi.

 

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah DI Yogyakarta Ibu RR Titik Sulastri; dalam sambutannya Beliau menyampaikan agar masyarakat kembali menggunakan jamu dalam memelihara kesehatan, karena secara empirik terbukti aman, selain itu harganya terjangkau.

 

Pada kesempatan terpisah juga dilakukan audiensi antara Bapak Deputi II, Direktur Obat Asli Indonesia, Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kota, narasumber Kemendag dengan Bapak Wali kota yang diliput oleh wartawan. Dalam konferensi pers Ondri Dwi Sampurno, Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis kefarmasian UMKM obat tradisional dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Ke depan diharapkan UMKM obat tradisional mampu menjadikan jamu sebagai komoditi yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat disamping sebagai warisan budaya bangsa yang aman, bermanfaat, bermutu dan berdaya saing. Sementara itu Haryadi Suyuti, Walikota DI Yogyakarta menyampaikan acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas obat tradisional yang dihasilkan oleh pelaku UMKM sehingga memenuhi syarat kesehatan dan memiliki daya saing  di era MEA.

 

 

 

Direktorat Obat Asli Indonesia

 



Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana