Bekasi - Monitoring Efek Samping Obat (MESO), atau dikenal dengan farmakovigilans, menjadi bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat khususnya melalui deteksi, penilaian dan minimalisasi serta pencegahan efek samping dari penggunaan obat. Kegiatan farmakovigilans merupakan salah satu bagian dari pengawasan post-market yang dilakukan BPOM. Definisi dari farmakovigilans itu sendiri adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan pengetahuan dan penanganan profil keamanan produk-produk medis, deteksi, penilaian, pemahaman dan pencegahan reaksi negatif terhadap obat-obatan (reaksi obat yaitu merugikan atau Adverse Drug Reaction) untuk memastikan penggunaan yang sesuai.
Senin (25/09) BPOM RI menyelenggarakan kegiatan bertajuk Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans Balai Besar/Balai POM (BBPOM/BPOM) dan Industri Farmasi. Kegiatan yang dihadiri setidaknya oleh 267 peserta ini diharapkan dapat merespon dan mengantisipasi berbagai dinamika yang ada, termasuk agar pengawalan keamanan obat dan vaksin dapat dioptimalkan dalam rangka perlindungan kesehatan masyarakat.
“Secara khusus, BPOM mengembangkan sentra farmakovigilans di setiap BBPOM/BPOM. Pada tahun 2018 akan dikembangkan sentra farmakovigilans di 8 BBPOM/BPOM yang akan berlanjut menjadi 15 sentra pada tahun 2019, 22 sentra pada tahun 2020, 28 sentra di 2021 dan 33 sentra di 2022,” demikian disampaikan Kepala BPOM Penny K. Lukito saat membuka acara. “Keberadaan sentra ini diharapkan dapat memonitor efek samping obat dengan lebih baik hingga pelosok daerah sehingga pelaporan meningkat dan penanggulangan menjadi lebih tepat karena didukung data laporan yang lebih komprehensif.” lanjutnya.
Kepala BPOM juga berpesan kepada BBPOM/BPOM serta Loka POM untuk tetap bersinergi melakukan penyebaran informasi, edukasi masyarakat, serta advokasi tenaga kesehatan agar awareness pentingnya pelaporan efek samping obat semakin meningkat.
Sebagai bukti telah adanya pegembangan farmakovigilans di BPOM, Penny K. Lukito menandatangani prasasti pusat farmakovigilans. Pelaksanaan farmakovigilans yang lebih baik akan meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat. (HM-Chandra).
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
