Peningkatan Kontribusi Kajian Risiko Sebagai Landasan Ilmiah Dalam Program Keamanan Pangan Nasional

23-12-2013 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2548 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Kelompok kerja Jejaring Intelijen Pangan (JIP) yang diketuai oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan menyelenggarakan Lokakarya JIP dengan tajuk ‘Peningkatan Kontribusi Kajian Risiko sebagai Landasan Ilmiah dalam Program Keamanan Pangan Nasional’ pada tanggal 18 Desember 2013 di Grand Mercure Hotel Jakarta Harmoni. Lokakarya dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang mewakili Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, LIPI, BATAN, Badan POM, perguruan tinggi, dan asosiasi. Tujuan utama lokakarya ini adalah diseminasi program kajian risiko keamanan pangan dan penunjangnya serta bertukar informasi di berbagai institusi.

 

Lokakarya diawali dengan paparan Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, yang juga Ketua Kelompok Kerja JIP, tentang Kilas Balik JIP. Ketua JIP mengulas latar belakang terbentuknya JIP, reviu berbagai topik pertemuan dan lokakarya yang telah dilakukan sejak 2003 serta aktivitas JIP lainnya. Ketua JIP mengakhiri paparannya dengan harapan JIP dapat menjadi embrio pengembangan pusat kajian risiko keamanan pangan di Indonesia yang memainkan peran utama untuk membangun kapasitas kajian risiko keamanan pangan sekaligus memperkuat kerjasama dan komunikasi Indonesia di tingkat internasional dalam hal kajian risiko keamanan pangan.

 

Acara inti lokakarya JIP dibagi menjadi sesi pagi dan sesi siang yang masing-masing menghadirkan tiga orang pemateri. Pemaparan pertama pada sesi pagi mengulas Strategi Analisis Risiko dalam Penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS) Agreement oleh Kepala Bidang Kerjasama Perkarantinaan Kementerian Pertanian, DR drh Sophia Setyawati, MP yang dilanjutkan penyajian Roadmap Kajian Risiko Keamanan Produk Perikanan oleh Kepala Balai Besar Litbang Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Agus Heri Purnomo, PhD, dan diakhiri presentasi Total Diet Study: Implementasi Kajian Risiko Keamanan Pangan yang Strategis oleh Peneliti Madya Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Uken S Sanusi, PhD.

 

Diskusi panel pada sesi pagi yang dipandu oleh Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan POM, Ir Tetty H Sihombing, MP mengungkap bahwa penyajian materi dari berbagai sektor berbeda ini sangat memperkaya pengetahuan peserta lokakarya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan bidang kerja mereka. Oleh karena itu, Sekretariat JIP disarankan dapat mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi keberadaan data serta informasi kajian maupun riset keamanan pangan di Indonesia kemudian mempromosikannya kepada anggota jejaring sehingga menjadi sumber informasi yang sangat bermanfaat untuk memperluas aktivitas kajian keamanan pangan di Indonesia serta memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi ASEAN Community 2015.

 

Sesi siang hari Lokakarya JIP diawali dengan presentasi tentang Keamanan Pangan dan Agenda Riset Nasional (ARN) oleh Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Prof DR Adrianto Handojo, kemudian paparan materi Peran Strategis Jejaring Laboratorium dalam Kajian Risiko Keamanan Pangan, oleh Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof DR Dedi Fardiaz, dan penyajian materi terakhir berjudul Penguatan Peran JIP untuk Meningkatkan Kontribusi Kajian Risiko sebagai Landasan Ilmiah dalam Program Keamanan Pangan Nasional oleh Ketua JIP, Drs Halim Nababan, MM.

 

Moderator diskusi panel sesi siang, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof DR Winiati P Rahayu, menggarisbawahi beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk penguatan sinergisme dan keterpaduan kajian risiko keamanan pangan di Indonesia. Draf ARN 2015-2019 secara eksplisit akan memasukkan keamanan pangan ke dalam salah satu tema riset bidang pangan. Kesempatan memberi masukan untuk draf ARN yang sedang disusun masih terbuka luas sehingga diharapkan tema yang tertuang dalam ARN adalah prioritas bersama. Database riset yang ada di DRN dan Kemenristek dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi kita untuk melihat tema riset keamanan pangan apa saja yang dapat menjadi referensi maupun dikembangkan untuk masa mendatang. Selain itu, Jejaring Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) akan sangat bermanfaat untuk pihak di luar jejaring karena memegang peran strategis, termasuk untuk mendukung program kajian risiko keamanan pangan. Semua hal tersebut dapat menjadi sarana untuk penguatan JIP sebagai forum kajian risiko nasional baik dari segi kompetensi SDM, koordinasi antar pemangku kepentingan, pendayagunaan hasil riset dan kajian, serta perencanaan dan monitoring, evaluasi dan pelaporan yang baik. Kerjasama dan kolaborasi Pemerintah, akademia, dan swasta didukung pakar yang kompeten di bidangnya menjadi kunci penting agar peningkatan kontribusi kajian risiko sebagai landasan ilmiah dalam program keamanan pangan nasional dapat terealisasi.

 

 

Direktorat Surveilan dan Peyuluhan Keamanan Pangan

 

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana