Peningkatan Pengawasan Obat dan Makanan di Papua

16-03-2016 Hukmas Dilihat 2075 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Kepala Badan POM, Roy Sparringa menyambangi Balai POM di Manokwari, 10 Maret 2016, selang dua hari setelah Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Suratmono melakukan pembinaan meningkatkan pengawasan Obat dan Makanan di Papua Barat. Pada kesempatan pembinaan tersebut, Kepala Balai POM di Manokwari, Bosar Pardede menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pengawasan Obat dan Makanan di Papua Barat.


Pada kunjungan kali ini, Kepala Badan POM memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh staf Balai POM di Manokwari agar lebih semangat dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat dari risiko akibat Obat dan Makanan yang tidak memenuhi syarat. Di akhir arahannya, Roy meminta seluruh staf Balai POM di Manokwari  untuk menuliskan kendala yang ada beserta solusinya, sebagai masukan untuk perbaikan ke depan.

 

Usai kegiatan di Manokwari, Kepala Badan POM, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, beserta Kepala Balai POM di Manokwari melanjutkan perjalanan ke Sorong untuk menghadiri pertemuan dengan IAI di Papua Barat. Hadir dalam seminar dengan tema “Pengawasan dan Pelayanan di Era MEA” adalah Sekretaris Utama Badan POM, Reri Indriani; Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA, Bahdar Johan; Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Sorong, dan Ketua pengurus cabang IAI se-Papua Barat.

 

Dalam sambutannya Kepala Badan POM menyampaikan bahwa pengawasan Obat dan Makanan tidak dapat dijalankan sendiri namun harus bersinergi dengan lintas sektor agar dapat dicapai hasil yang optimal. “Kami berkeinginan membuka Pos POM di Sorong untuk melengkapi pengawasan Obat dan Makan di wilayah Papua,” tutup Roy.

 

Pada kesempatan tersebut Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA memaparkan materi bertema “Strategi Pengawasan Praktik Kefarmasian Dalam Mewujudkan Safety, Efficacy, and Quality” di hadapan sekitar 100 orang peserta seminar. Bahdar menghimbau untuk melakukan pekerjaan kefarmasian sesuai peraturan yang ada sehingga selain terjamin keamanan, khasiat, dan mutunya, juga akan dapat meningkatakan daya saing. ”Menghadapi era kompetisi yang masif ini, kita harus meningkatkan kompetensi diri untuk meningkatkan daya saing bangsa serta meningkatkan kerja sama lintas sektor untuk menyokong komitmen pengawasan Obat dan Makanan,” tegas bahdar. HM-Kendra

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana