Jakarta – Pada peringatan Hari Ibu yang jatuh hari ini (22/12), Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito berkesempatan hadir dalam Habibie Talkshow untuk Bangsa yang diselenggarakan oleh IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie). Bertempat di kantor IBM Indonesia Gedung The Plaza lantai 16, bersama dengan narasumber lain yang berasal dari unsur ABCGM (Academic, Bussiness, Community, Government, and Media), Penny K. Lukito yang mewakili unsur Government mendiskusikan tema tentang Ibu 4.0.
Narasumber lain yang hadir dalam diskusi ini antara lain Nimmi Zulbainarni (Wakil Dekan Sekolah Bisnis IPB), Santi Diansari Sarino Hargiato (Direktur CSR IBM), dan Mardiyah Chamim (Direktur Tempo Institute). Para Narasumber tersebut merupakan figur-figur perempuan yang memiliki peran-peran strategis di tempatnya masing-masing untuk berkontribusi bagi negara dan bangsa.
Diskusi berlangsung hangat bersama para kumpulan alumni yang hadir. Pembicaraan berkembang dalam pembahasan-pembahasan menarik tentang peran perempuan dalam keluarga, profesi perempuan yang cocok dengan teknologi dan perubahan ke depan, solusi teknologi yang membantu peran ibu, serta tantangan dan peluang perempuan dalam menghadapi era industri 4.0.
“Perempuan dibutuhkan dalam dunia birokrasi,” ujar Penny K. Lukito menjelaskan dalam diskusi. Menurutnya pendidikan menjadi kunci bagi seorang perempuan agar dapat berkontribusi di pemerintahan. Penny K. Lukito yang merupakan lulusan Sarjana Teknik Lingkungan ITB, Master Perencanaan dan Kebijakan Lingkungan MIT, dan Doktor Teknik Lingkungan University of Wisconsin-Madison, sangat menaruh perhatian besar terhadap keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa kiatnya membangun BPOM sama seperti dirinya membangun keluarga layaknya seorang Ibu. “Saya membangun BPOM seperti seorang ibu membangun keluarganya,” ucapnya.
Penny K. Lukito memberikan penjelasan pula tentang kebijakan-kebijakan strategis dan langkah-langkah yang telah ia bangun di BPOM selama hampir 3 tahun kepemimpinannya. Ia memaparkan terkait perkuatan kelembagaan dan membangun berbagai kemitraan dengan lintas sektor, penerapan teknologi informasi dalam pengawasan obat dan makanan, serta bagaimana membangun suasana keseimbangan bekerja bagi seorang perempuan di lembaga yang Ia pimpin.
Diskusi ini merupakan diskusi kedua rangkaian Habibie Talkshow yang telah diselenggarakan sebelumnya pada 8 Desember lalu oleh IABIE. IABIE sendiri merupakan suatu Ikatan Alumni yang terdiri dari para lulusan SMA terbaik di seluruh Indonesia yang pada tahun 1982-1996 dikirim oleh Kementerian Riset dan Teknologi dalam beberapa program untuk melanjutkan studi S-1 di bidang Sains dan Teknologi ke beberapa negara maju seperti Jerman, USA, Perancis, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, Austria, dan Jepang. Program Beasiswa ini merupakan inisiatif langsung dari Menteri Riset dan Teknologi, Prof. B.J. Habibie yang juga merupakan Presiden Republik Indonesia ke-3.
“Kemudahan teknologi dalam berkomunikasi sangat membantu,” ungkap Penny K. Lukito ketika ditanya teknologi apa yang dibutuhkan seorang ibu masa kini. Seorang perempuan dapat berkontribusi, berkinerja, berprestasi, dan menuangkan serta mengimplementasikan segala pemikiran, ide, dan gagasannya bagi bangsa namun dengan tidak meninggalkan peran awalnya sebagai ibu pembangun keluarga. Hal tersebut sangat difasilitasi oleh kemudahan berkomunikasi melalui perkembangan teknologi saat ini. (HM-Hendriq)
Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan
