Pentingnya Coaching Clinic SIPT

04-03-2013 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2163 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta, 4 Maret 2013 bertempat diruang rapat Biro Umum Badan POM RI Jakarta, Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM) melaksanakan Coaching Clinic SIPT tahap II. Acara dibuka oleh Ibu Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM), dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa acara seperti Coaching Clinic ini sangat penting demi terciptanya sistem pelaporan yang efektif dan efisien serta dapat dipergunakan sebagaimana fungsinya. Pada kesempatan kali ini Kepala PIOM didampingi oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi beserta staf dan konsultan yang menangani aplikasi SIPT.

Pada kesempatan kali ini acara Coaching Clinic dibagi menjadi 2 (dua) sesi, sesi pertama dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB yang dihadiri oleh Ibu Dra. Togi Junice Hutadjulu, Apt., MHA Direktur Ditwas Napza beserta pejabat struktural dan staf yang bertugas dalam pengelolaan data dan tindak lanjut hasil pemeriksaan sarana dan produk. Ibu Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes Kepala Bidang Teknologi Informasi menyampaikan materi Coaching Clinic yang bertujuan agar petugas lebih memahami dan lebih mudah dalam menggunakan aplikasi SIPT. Selain itu dalam rangka melindungi masyarakat, hasil dari SIPT dapat dimanfaatkan secara komprehensif untuk menarik produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Materi Coaching Clinic yang disampaikan mulai dari entry data oleh operator yang kemudian ditindak lanjuti oleh Supervisor I dan Supervisor II sampai dengan laporan ditindak lanjuti oleh Direktur, serta monitor dan evaluasi hasil temuan Balai POM menjadi point pembahasan serius. Pada sesi kedua dimulai tepat pada pukul 13.30 WIB PIOM melakukan Coaching Clinic kepada Direktorat Pengawasan Produksi Produk Terapetik dan PKRT dan dihadiri oleh Bapak Drs. Agus Prabowo, Apt., MS Direktur Pengawasan Produksi PT dan PKRT beserta pejabat struktural dan staf yang bertugas dalam pengelolaan data dalam aplikasi SIPT. Bapak Drs. Agus Prabowo, Apt., MS mengatakan masih adanya pengentrian data yang belum sesuai format sehingga dibutuhkan sosialisasi kembali terkait pemeriksaan sarana produksi kepada Balai/Balai Besar POM.

Di akhir sesi Coaching Clinic Kepala Bidang Teknologi Informasi menyampaikan bahwa SIPT baik itu Modul Online maupun Modul Offline (tanpa jaringan inernet) diharapkan menjadi sistem informasi manajemen yang mendukung Pengawasan Obat dan Makanan.

Pusat Informasi Obat dan Makanan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana