Kota Bandar Lampung – Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM memegang peranan penting sebagai perpanjangan tangan dari Badan POM dalam melaksanakan tugas dan fungsi di bidang pengawasan dan sekaligus pelayanan publik obat dan makanan, termasuk juga komoditi kosmetik. Oleh karena itu, petugas UPT Badan POM harus senantiasa melakukan upgrade dan update hardskill dan softskill yang dimiliki. Hal ini sesuai dengan salah satu misi BPOM yaitu “Membangun SDM unggul terkait Obat dan Makanan dengan mengembangkan kemitraan bersama seluruh komponen bangsa dalam rangka peningkatan kualitas manusia Indonesia” sehingga BPOM dimotori oleh SDM yang berkualitas. Untuk itu, pengembangan SDM yang unggul menjadi perhatian khusus bagi BPOM.
Dalam rangka peningkatan kompetensi petugas UPT Badan POM, Direktorat Pengawasan Kosmetik menyelenggarakan Asistensi Pelayanan Publik serta Pengawasan Fasilitas Produksi dan Distribusi Kosmetik yang diselenggarakan secara luring di Balai Besar POM di Bandar Lampung pada 22 Juli 2022. Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung, Drs. Zamroni, Apt., dan diikuti oleh sebanyak 25 orang petugas BBPOM di Bandar Lampung dari Kelompok Substansi Pemeriksaan, Kelompok Substansi Penindakan, Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi, Kelompok Substansi Pengujian, serta petugas dari Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang. Materi yang disampaikan pada asistensi ini meliputi topik materi seputar pengawasan dan penilaian terkait sarana kosmetik, meliputi Penilaian Aspek CPKB bagi Industri Kosmetik Gol B yang disampaikan oleh Koordinator Kelompok Substansi Pengawasan Fasilitas Produksi dan Distribusi Kosmetik, Dra. Tita Nursjafrida, Apt, MKM; Tata Cara Sertifikasi CPKB dan Rekomendasi sebagai Pemohon Notifikasi Kosmetik oleh Subkoordinator Subkelompok Substansi Penilaian Fasilitas Produksi dan Distribusi Kosmetik, Mayang Ambarsari, S.Si; serta Evaluasi Hasil Pemeriksaan Sarana Kosmetik oleh Plt. Subkoordinator Subkelompok Substansi Inspeksi Fasilitas Produksi dan Distribusi Kosmetik, Anastasia Novyc Vernanda, S.Farm, Apt. Selain itu dilakukan juga simulasi evaluasi perizinan melalui OSS RBA terkait sertifikasi CPKB yang didelegasikan ke UPT. Pada setiap sesi peserta melakukan tanya jawab dan diskusi secara interaktif dengan narasumber pemateri.
Melalui asistensi ini, diharapkan petugas UPT selalu ter-update dalam hal kemampuan teknisnya, sehingga memiliki kemampuan adaptif dan solutif dalam melihat permasalahan di lapangan yang pada akhirnya dapat berkontribusi positif pada peningkatan efektivitas pengawasan kosmetik dan perlindungan kepada masyarakat, serta daya saing produk.
