Peran Aktif Badan POM Pada Kongres FAPA Ke-24

18-09-2012 Hukmas Dilihat 1972 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Hukmas

Badan POM turut berpartisipasi aktif pada Kongres The Federation of Asian Pharmaceutical Associations ( FAPA) ke-24 yang diselenggarakan tanggal 13-16 September 2012 di Nusa Dua –Bali. Kongres resmi yang dibuka oleh Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D., diikuti oleh kurang lebih 2.500 orang peserta dari 20 negara untuk mem bahas berbagai masalah penting praktek farmasi dan kontribusi budaya dalam dunia kesehatan. Obat tradisional diangkat sebagai tema untuk menyadarkan dan mengingatkan semua pihak bahwa Asia merupakan kelompok bangsa yang kaya akan budaya. Salah satu produk budaya dalam bidang kesehatan adalah obat tradisional yang di Indonesia biasa disebut jamu.

Pada kongres yang diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan mengangkat tema “Culture and Medicine: Bringing Traditional Medicine to Modern Life” ini, Kepala Badan POM, Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA serta Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya hadir sebagai pembicara dalam simposium kongres. Berturut-turut mereka menyampaikan materi mengenai “ Policy On Ensuring Traditional Medicine Of Assured Standard (E,Q) And Safety: An Indonesian Perspective”, “ Assured Quality Medicine Supply And Challenges For Combating Counterfeit Medicines (CM) ” dan “Global Harmonization of Food Safety Standards: In ASEAN Perspective”.

Selain menyampaikan presentasi dalam simposium kongres, Kepala Badan POM juga berkesempatan memimpin pertemuan otoritas pengawas obat dan makanan tingkat regional ASEAN dengan WHO. Sementara Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA turut hadir sebagai narasumber dalam konferensi pers yang membahas mengenai upaya memerangi obat palsu di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Badan POM turut berpartisipasi dalam penyebaran informasi melalui kegiatan pameran. Sebagian besar peserta kongres mengunjungi gerai pameran Badan POM dan 150 orang diantaranya secara aktif mengajukan pertanyaan dan meminta informasi seputar prosedur registrasi obat dan obat tradisional, prosedur impor dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai keamanan produk obat dan makanan.

 

Biro Hukmas

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana