Perangi Hoax, Badan POM Rangkul Influencer Sebarkan Pentingnya Melek Informasi Obat dan Makanan

15-10-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 3877 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Derasnya arus keterbukaan informasi saat ini membuat siapapun bisa mendapatkan bahkan menyebarkan informasi dengan mudahnya. Dampaknya, masyarakat semakin sulit memilah informasi yang dapat dipercaya dengan informasi yang menyesatkan atau hoax. Informasi yang tidak benar dapat disalah artikan dan berpotensi menimbulkan kerugian dalam berbagai bentuk baik dalam aspek kesehatan, sosial, bahkan ekonomi. 

Dalam rangka memerangi hoax di bidang kesehatan terutama Obat dan Makanan, Badan POM bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menggelarkan talkshow bertajuk “Yuk Melek Informasi Obat dan Makanan” di Jakarta, Selasa (15/10). Menggandeng para influencer, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak dan memobilisasi para influencer untuk menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya “melek” hoaks Obat dan Makanan.

Badan POM mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar terutama untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait Obat dan Makanan. Badan POM bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang bagaimana mencari informasi yang benar terkait Obat dan Makanan.

Dalam sambutannya Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengajak influencer membantu mengedukasi masyarakat menjadi konsumen cerdas dan kritis, terutama terhadap informasi hoaks seputar Obat dan Makanan. “Hoaks adalah teror informasi termasuk Obat dan Makanan. Misalnya promosi obat herbal yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, banyak orang percaya ini, padahal hoaks,” jelas Penny K. Lukito.

Forum ini merupakan wadah bersama untuk saling mengisi, melawan aksi teror Obat dan Makanan. Melawan hoaks menjadi tugas dan kewajiban kita semua, yaitu Badan POM bersama masyarakat. “Influencer mempunyai kekuatan merengkuh dan memberikan informasi, membantu membangun bangsa menjadi masyarakat yang cerdas dan kritis,” lanjutnya.

Para influencer, dengan banyaknya followers yang mereka miliki mempunyai peran yang besar, dan dapat memberikan pengaruh secara langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu Badan POM merangkul para influencerkarena lebih didengar dan akan lebih mudah menularkan pemahaman yang baik. Partisipasi influencer diperlukan untuk mengamplifikasi pesan-pesan kunci tentang bagaimana cara mencari atau memverifikasi informasi Obat dan Makanan dengan benar.

Dalam acara tersebut berbagai pertanyaan terkait Obat dan Makanan dilontarkan para influencer terutama mengklarifikasi langsung terkait hoaks yang beredar dan berulang setiap tahunnya.

Kepala Badan POM mengajak para influencer agar mulai memperkaya literasi informasi yang benar sebagai bentuk upaya membendung hoaks. “Mari bersama kita putus mata rantai hoaks Obat dan Makanan, serta mulai sebarkan pemahaman melek informasi kepada sekitar kita.” tutup Kepala Badan POM. (HM-Bayu) 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana