Perayaan Natal 2023: Dengan Kasih Kristus, BPOM Melayani Masyarakat

23-12-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 11697 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Kelahiran Yesus Kristus membawa sukacita bagi dunia. Untuk merayakan sukacita dan membagikan kebahagiaan atas kelahiran-Nya, Pembinaan Rohani Karyawan Kristen Oikumene (PRKKO) BPOM mengadakan ibadah dan perayaan natal dengan tema “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” di Auditorium Gedung Merah Putih pada Jumat (23/12/2023).

Perayaan natal tahun ini diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) dengan dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan BPOM dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan BPOM. Selain itu, turut mengundang pula perwakilan dari instansi di sekitar Kantor BPOM Pusat, perwakilan purnabakti BPOM, serta pengurus dan anggota PRKKO BPOM.

Hadir langsung pada perayaan ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L Rizka Andalusia mengajak segenap jajaran BPOM untuk terus bersyukur atas pemeliharaan Tuhan, sehingga dapat tiba di penghujung tahun 2023. “Kasih Allah telah merawat jajaran BPOM dalam melayani masyarakat. Setelah melalui masa transisi dari pandemi COVID-19 menjadi endemi, bangsa ini masih menghadapi berbagai tantangan lainnya,” ujarnya. 

Dalam melayani masyarakat, lanjut L Rizka Andalusia, jajaran BPOM harus selalu ingat bahwa pelayanannya bertujuan untuk memuliakan nama Allah. “Tema natal tahun ini mengingatkan kita akan tanggung jawab dalam menggunakan seluruh potensi dan talenta yang telah Tuhan berikan untuk disalurkan menjadi karsa dan karya di tengah masyarakat”, jelasnya. 

Plt. Kepala BPOM menambahkan bahwa semangat perayaan Natal harusnya dapat mendorong jajaran BPOM untuk saling menopang dan menguatkan satu sama lain sebagai keluarga besar. Selain itu, sebagai umat Kristiani, secara khusus juga diharapkan untuk dapat menjadi saluran cinta kasih kepada sesama manusia tanpa memandang latar belakangnya.

Dalam perayaan natal BPOM tahun ini, acara dimeriahkan dengan penyampaian kidung rohani. Salah satu kidung rohani yang disampaikan yaitu lagu “Hai, Siarkan di Gunung”. Para peserta bersukacita ikut menyanyikan lagu tersebut yang memiliki makna kabar sukacita atas kelahiran Yesus Kristus kepada setiap orang, ke setiap tempat. Lagu kedua yang dinyanyikan adalah lagu “Goodness of God”. Lagu ini berpesan tentang ekspresi rasa terima kasih segenap umat Kristiani atas Kebaikan Allah dan kasih setia-Nya dalam semua aspek dalam kehidupan. 

Natal tahun ini perlu dihayati dengan kesadaran hadirnya kasih Allah di antara sesama jajaran BPOM. “Natal adalah peristiwa Mulia dan Maha Agung saat Tuhan mengalami kemanusiaan dan oleh karena itu, dirimu perlu dipenuhi dengan sukacita karena natal adalah pesta sukacita,” ujar Romo Yoseph Selvianus Agut. Beliau menjelaskan bahwa segenap jajaran BPOM harus menyadari bahwa Kristus lahir dalam diri, keluarga, dan komunitas mereka. 

Kerendahan hati dan kepedulian merupakan pesan natal yang ditekankan kali ini. Yesus Kristus telah memberikan teladan kerendahan hati. Oleh karena itu, Romo Yoseph Selvianus Agut mengingatkan agar jajaran BPOM pun harus senantiasa rendah hati dengan terbuka mau bekerja dengan siapa saja, tanpa pilih-pilih rekan kerja. Ia juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang penuh kepedulian pada mereka yang kecil dan terpinggirkan. 

Dalam khotbah selanjutnya yang disampaikan oleh Pendeta Samuel Situmeang, ia menyebut mengenai pola pikir dan orientasi pada perubahan dalam diri jajaran BPOM yang sangat menentukan dalam memberikan pelayanan terbaik dalam masyarakat. “Alkitab mengingatkan kita bahwa iman pada Kristus mendorong seseorang untuk mau berubah dan membawa pembaharuan budi. Pembaharuan budi dengan pola pikir yang baik harus ada pada diri jajaran BPOM dan tidak termakan oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Para jemaat yang hadir diajak untuk menyalakan lilin natal. Lilin tersebut menjadi simbol bahwa jajaran BPOM harus menjadi penerang bagi banyak orang dalam melayani masyarakat sebagai penjiwaan dari kepribadian Kristus di dalam diri. (HM-Khairul)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana