BALI – "Saat ini diperlukan respon pemberitaan yang cepat demi meminimalisir berita hoax". Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito usai menerima penghargaan dari PR Indonesia untuk kategori Media Relations sub kategori Lembaga Negara Non Kementerian #PRIA2017 pada kegiatan konferensi "Karya PR Indonesia Untuk Bangsa , Jumat (24/03).
“Karena itu, saya ikut berdeklarasi untuk memerangi berita hoax yang sangat merugikan masyarakat. Kami berkomitmen memberikan respon cepat penyebaran informasi untuk menekan berkembangnya hoax”, tegasnya.
Kepala Badan POM mengungkapkan bahwa penghargaan yang diberikan atas eksistensi pemberitaan Badan POM di beberapa media di Indonesia selama tahun 2016 didedikasikan kepada seluruh media yang telah mengawal dan membantu Badan POM dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia dari pentingnya pengawasan Obat dan Makanan.
Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan POM, Elin Herlina menyampaikan bahwa Badan POM sempat mengalami situasi pemberitaan yang sulit terkait kasus vaksin palsu. "Pengelolaan masalah yang strategis membuat situsi tersebut menjadi titik balik Badan POM. Terbukti dengan akan diperkuatnya kewenangan Badan POM dalam mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Indonesia", ungkapnya pada konferensi yang mengusung tema “The Power of Credibility & Trust”.
Lebih lanjut, Elin Herlina mengatakan situasi saat ini Badan POM sedang mengembangkan aplikasi mobile yang akan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi mengenai Obat dan Makanan. "Kami berharap masyarakat lebih cerdas dalam mengonsumsi Obat dan Makanan", tutupnya. HM-Kendra
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.
