Depok - Era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, perdagangan online yang menguntungkan ekonomi baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha, serta membuka akses yang luas, menjadi tantangan Badan POM dalam mengawasi produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Badan POM terus melakukan berbagai upaya peningkatan kinerja, termasuk kompetensi SDM. Senin (01/07) Badan POM menyelenggarakan kegiatan perdana Pelatihan Pembentukan Calon Pengawas Farmasi Dan Makanan (PFM) Ahli Pertama di Wisma Makara, Universitas Indonesia.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Pengawasan Obat dan Makanan, Syamsidar Thamrin, yang dalam hal ini mewakili Kepala Badan POM. Dalam sambutannya, Syamsidar Thamrin menyatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan agar kompetensi yang dimiliki oleh calon PFM sesuai dengan Standar Kompetensi Teknis dan tidak ada gap kompetensi antara PFM di Pusat maupun Balai Besar/Balai POM/Kantor Badan POM di Kabupaten/Kota.
“Ini menjadi catatan dalam sejarah, dimana inilah kelas yang pertama dilatih oleh Badan POM untuk menjadi Calon PFM. Oleh karena itu, manfaatkan kegiatan ini sebagai ajang bertemu antar PNS Badan POM dari seluruh Indonesia, untuk saling bertukar pengalaman dan informasi sehingga mampu meraih angka kredit yang setinggi-tingginya,” ujarnya.
Pelatihan tersebut dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 18 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Tingkat Keahlian, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi PFM sesuai standar kompetensi teknis, pengembangan karier, profesionalisme dan peningkatan kinerja, untuk memenuhi kebutuhan dan kompetensi jabatan fungsional PFM, serta dalam rangka meningkatkan keahlian Calon PFM dalam menjalankan tugas sebagai pengawas obat dan makanan.
Pelatihan yang akan berlangsung selama 11 hari kerja yaitu tanggal 01 -11 Juli 2019 ini dihadiri oleh 65 orang peserta yang terdiri dari 21 orang Badan POM pusat, 9 orang dari Balai Besar POM, 13 orang dari Balai POM, dan 22 orang dari Kantor Badan POM di seluruh Indonesia.
Mengingat pentingnya pelatihan pembentukan calon PFM ini, Syamsidar berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena pada akhir pelatihan akan dilaksanakan uji kompetensi, yang menjadi salah satu butir penilaian kelulusan pelatihan pembentukan calon PFM Ahli Pertama. “Rajinlah dalam bekerja selagi masih muda, jenjang karir terbuka ke depan, dan jangan malas, karena jenjang karir ditentukan oleh pribadi masing-masing," harapnya. (HM-Rizky)
(Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan)
