Peresmian Sistem National Single Window (NSW), 29 Januari 2010

30-01-2010 Indonesia National Single Window Dilihat 2742 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Indonesia National Single Window

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal I (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, pada hari Jumat, 29/1/2010. Maka sejak tanggal 29 Januari 2010 secara resmi seluruh pengurusan dokumen impor di 5 lokasi yakni Tanjung Priok - Jakarta, Tanjung Perak – Surabaya, Tanjung Emas – Semarang, Belawan – Medan dan Bandara Soekarno Hatta – Jakarta wajib / mandatory menggunakan sistem elektronik melalui portal Indonesia Single Window (INSW). Sedangkan penerapan sistem NSW ekspor yang diresmikan pada 29/1/2010 hanya terbatas pada pelabuhan Tanjung Perak, sementara pelabuhan lain menyusul disesuaikan dengan kesiapan masing-masing pelabuhan. Disamping NSW, presiden juga meresmikan Pengoperasian Layanan Kepelabuhan dan Kepabeanan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, yang merupakan bagian dari Program Kerja 100 hari Pertama Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid (KIB II). Layanan 24/7 tersebut meliputi 4 pelabuhan yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak, Soekarno Hatta Makassar dan Belawan. Presiden menjelaskan bahwa penerapan NSW akan meningkatkan efisiensi aktifitas ekspor impor yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha dalam persaingan global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Ketua Tim Persiapan NSW melaporkan perkembangan pembangunan penerapan sistem NSW sejak awal tahun 2006 di Batam dan uji cobanya dilakukan Desember 2007 antara Badan POM dan Dit Jen Bea dan Cukai. Menteri Keuangan menjelaskan bahwa system NSW untuk mendukung validasi dan akurasi data transaksi luar negeri dalam rangka penyediaan data ekspor dan impor sehingga memudahkan kajian dan analisis data ekspor dan impor. Disamping itu penerapan NSW juga dimaksudkan untuk melaksanakan fungsi pengawasan, terutama masuknya barang-barang impor yang terkena larangan dan pembatasan (lartas). Menteri Keuangan juga menjelaskan bahwa portal INSW sudah dapat diakses melalui telepon genggam, versi mobile, hal ini dimungkinkan melalui kerjasama dengan penyedia jasa telekomunikasi. Saat ini NSW didukung oleh 15 instansi pemerintah

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa melaporkan bahwa peresmian NSW dan penerapan 24/7 merupakan dua layanan yang bertaliaan satu sama lainnya utamanya dalam menghilangkan sumbatan (bottle neck) di bidang ekspor impor. Perbaikan yang dilakukan pada dua layanan tersebut merupakan perwujudan dari upaya pemerintah dalam melakukan reformasi layanan public yang dilakukan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang sekaligus Ketua Pelaksana Teknis Dewan TIK Nasional menyampaikan bahwa pembangunan dan penerapan system NSW merupakan bagian dari pelaksaan program e-government, yang meliputi 7 flagship program. Dari ketujuh program tersebut, pembangunan dan penerapan system NSW tergolong yang paling maju capaiannya karena flagship NSW berhasil mencapai tahapan implementasi dan berjalan dengan baik memberikan layanan pada masyarakat, khususnya importir dan eksportir.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Presiden Boediono dan Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menekan tombol NSW sebagai tanda dimulainya pelaksanaan NSW importasi secara mandatory.

Acara dilanjutkan dengan Video Conference (VC) Presiden dengan pelabuhan Belawan Medan dan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Presiden bertanya seputar manfaat NSW kepada ketua asosiasi Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), dan kesiapan infrastruktur kepada Kepala Kanwil DJBC Sumut & Jatim, Adpel Belawan/Tanjung Perak, Dirut Pelindo I. Pada VC di Surabaya tersebut, terlihat sedang menyimak pembicaraan presiden, Kepala Balai Besar POM di Surabaya Drs. Sudiyanto, Apt beserta para pelaku usaha importir/eksportir.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Wapres, sejumlah Menteri KIB II, Dubes Negara sahabat, Gubernur seluruh Indonesia, Pejabat Tingkat Eselon I / Pimpinan Tim Persiapan NSW yang menerapakan NSW, Kelompok Ahli Tim Persiapan NSW, World Bank, Pelaku Usaha/Kadin/Asosiasi – BUMN, Media Massa – Cetak – Elektronik, Tim Teknis NSW. Pada acara peresmian tersebut dari Badan POM RI hadir Kepala Badan POM - Ibu Dra Kustantinah MAppSc didampingi Ibu Plh Sestama - Dra Lucky S. Slamet, MSc bersama Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan – Drs Sukiman Said Umar, Apt, Direktur Pengawasan Distribusi PT&PKRT - Dra Siti Aisyah, Apt, M.Si. , Direktur Insert OT, Kosmetik dan Produk Komplemen - Drs Rumonda Napitupulu, Apt., Kepala Balai Besar POM di Bandung – Drs Wusmin Tambunan, MSi, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat - Hendri Siswandi, SH.

Pusat Informasi Obat dan Makanan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana