Jakarta – Konsumsi rokok menjadi masalah kesehatan masyarakat di negeri ini. Setiap tahunnya, jumlah perokok semakin meningkat, terutama di kalangan usia anak dan remaja. Oleh karena itu, BPOM bersama Yayasan Jantung Indonesia menyelenggarakan kegiatan Lomba Game Edukasi Bahaya Merokok dalam rangka Hari Jantung Sedunia dengan tema “Use Heart for Every Heart: Be Smart, Don’t Start To Smoke”, Kamis (06/10/2022).
Plh. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Elin Herlina menyebut kegiatan yang diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMK/Sederajat di wilayah DKI Jakarta ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan persepsi generasi muda, khususnya anak dan remaja, terkait bahaya merokok bagi kesehatan melalui sistem aplikasi game edukasi.
“Selain itu, kami berharap bisa mendorong dan memotivasi para generasi muda untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya dalam menyosialisasikan bahaya merokok bagi kesehatan di lingkungan sebayanya,” jelas Elin.
Sebelum lomba, peserta mendapatkan materi dari para narasumber. Narasumber yang hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Plt. Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Tri Asti Isnariani; Perwakilan Yayasan Jantung Indonesia, dr. Bayushi Eka Putra; dan Chief Executive Officer (CEO) & Co-founder Badr Interactive, Big Zaman.
Dalam paparannya, Tri Asti Isnariani menyampaikan topik terkait Sosialisasi Game Edukasi Bahaya Merokok RIKO. Game edukasi ini dikembangkan bersama Kementerian/Lembaga, akademisi, Non-Government Organization Tembakau, serta game user untuk bisa memberikan edukasi sekaligus meningkatkan keseruan bagi para penggunanya.
Selanjutnya, dr. Bayushi Eka Putra dari Yayasan Jantung Indonesia membawakan paparan dengan topik “Sayangi Jantungmu! Be Smart, Don’t Start To Smoke”. dr. Bayushi Eka Putra menyampaikan bahwa penyakit jantung merupakan penyakit yang tidak terjadi hanya dalam satu malam, melainkan membutuhkan waktu lebih dari bertahun-tahun. Merokok menjadi salah satu faktor pencetus timbulnya penyakit tersebut. “Maka dari itu, bagi kalian yang tidak merokok tetap lanjutkan. Sedangkan bagi kalian yang sudah merokok, coba hentikan perlahan-lahan agar terhindar dari penyakit jantung koroner,” pesannya.
Narasumber lainnya, Big Zaman, menyampaikan bahwa setiap batang rokok mengambil usia konsumennya selama 14 menit. “Apakah kalian mau menghabiskan 14 menit itu untuk sebatang rokok? Atau kalian mau memberikan manfaaat atau dampak positif kepada banyak orang dari 14 menit tersebut? Itu semua ada di tangan kalian,” ujarnya.
Pada sesi lomba, sebanyak 50 peserta yang berasal dari 10 SMA/SMK/Sederajat di Wilayah DKI Jakarta saling beradu ketangkasan di gawai masing-masing dalam bermain Game Edukasi Bahaya Merokok. Mereka harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan mengikuti berbagai tantangan, seperti mengajak temannya untuk berhenti merokok, menghindari penjual rokok, menjawab pertanyaan seputar rokok, dan lainnya.
Citra Hanifah dari SMK Kesehatan Global Jakarta meraih juara pertama pada lomba kali ini. Posisi kedua diperoleh Khairunnisa Rahmawati dari SMK 57 Jakarta Selatan dan posisi ketiga diperoleh Alfin Ardiansyah dari SMK Kesehatan Global Jakarta. Ketiga pemenang berhak mendapatkan biaya pendidikan dengan nominal yang variatif. (HM–Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
