Jakarta – Badan POM menyelenggarakan Dialog Antar Generasi dengan tema “Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Pengabdian Membangun Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”, Selasa (09/11). Kegiatan yang diikuti oleh pegawai Badan POM di seluruh Indonesia dan diselenggarakan hybrid secara offline dan online, merupakan bagian dari momen peringatan Hari Pahlawan pada tahun ini. Narasumber yang dihadirkan, antara lain Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito; Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto; Cendekiawan Kenegaraan dan Kebangsaan, Yudhi Latief; dan dipandu oleh Tenaga Ahli Komunikasi Kantor Staf Presiden, Prita Laura.
Dalam paparannya, Kepala Badan POM menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk memupuk dan menginternalisasi nilai-nilai pengorbanan, kegigihan, dan keteguhan para pahlawan dalam perjuangan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada seluruh jajaran Badan POM. “Bapak/Ibu sekalian adalah ujung tombak, yang meneruskan perjuangan membangun bangsa melalui pengabdian melaksanakan tugas pengawasan obat dan makanan di seluruh pelosok negeri. Tantangan pengawasan obat dan makanan semakin kompleks dan akan terus berkembang. Jangan takut dengan tantangan karena tiap tantangan adalah tempaan agar kita menjadi lebih baik dan lebih kuat,” ujar Penny.
Lebih lanjut, Penny menyampaikan bahwa generasi muda adalah generasi masa depan yang harus dapat menunjukkan karsa dan karya yang lebih baik dari para pendahulunya. Komposisi pegawai Badan POM per 5 November 2021 didominasi oleh kaum muda, yaitu generasi milenial (58,90%), disusul generasi X (31,01%), dan generasi Z (6,20%), sedangkan generasi baby boomers berjumlah sekitar 4% (3,88%).
“Bonus demografi ini adalah kekuatan yang harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk meningkatkan pengabdian Badan POM kepada bangsa dan negara dengan membangun sinergi lintas generasi. Bangun terus kapasitas Smart ASN yang berintegritas dan profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, berjiwa nasionalisme, memiliki jiwa hospitality dan enterpreneurship, serta mampu membangun networking,” tukas Penny.
Narasumber lainnya, Yudhi Latief mengatakan sebagai bentuk realisasi nilai-nilai kepahlawanan, kita harus memakmurkan negeri dengan potensi masing-masing. Setiap orang memiliki potensi, maka harus disuburkan dengan penuh tanggung jawab. Sementara, Sidarto Danusubroto menyampaikan, seluruh jajaran Badan POM memiliki karakter cinta tanah air dan bangsa. Hal ini dikarenakan Badan POM merupakan garis terdepan untuk mengamankan atau menyelamatkan bangsa selama pandemi.
Dikaitkan dengan tugas dan fungsi Badan POM, Penny menambahkan bahwa kerja Badan POM tidak hanya berorientasi pada output, tetapi harus menghasilkan outcome yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi bangsa dan negara Indonesia. “Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian jajaran Badan POM di seluruh Indonesia dalam melaksanakan tugas mulia bersama Badan POM. Mari kita terus meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kinerja terbaik seperti telah ditunjukkan dari keteladanan dan inspirasi para pahlawan bangsa. Sebagai kontribusi kita untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri, unggul, dan kuat,” tutup Penny. (HM-Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
