Perkuat Ekonomi Desa, Roy Sparringa Kunjungi Pemenang Nasional Desa Pangan Aman Solok dan Tanda Tangani MoU dengan Universitas Andalas

17-05-2016 Hukmas Dilihat 1741 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Padang - Kepala BPOM, Roy Sparringa didampingi Deputi I, Bahdar Johan melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumatera Barat, 12-14 Mei 2016. Pada kesempatan tersebut, Kepala BPOM mengunjungi pemenang Desa Pangan Aman, Desa (Nagari) Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Di Desa Cupak tersebut, Kapala BPOM yang didampingi  Bupati Kabupaten Solok dan Deputi I BPOM menyerahkan penghargaan kepada Kepala Desa Cupak sebagai pemenang pertama Nasional Desa Pangan Aman

 

“Pemberian anugerah Desa Pangan Aman ini merupakan bagian dari Program Nasional Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) BPOM yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dengan program keamanan pangan (food safety) desa melalui kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman, bermanfaat, dan bermutu sampai tingkat perseorangan, serta memperkuat ekonomi desa dengan meningkatkan daya saing usaha pangan desa”, ujar Roy.

 

“Program Nasional GKPD yang diluncurkan BPOM sejak 2014 ini telah mengintervensi 390 desa di 31 provinsi dan menghasilkan sekitar 3.600 Kader Keamanan Pangan Desa terdiri dari ibu PKK, Karang Taruna, guru, tenaga Penyuluh Keamanan Pangan (PKP),  District Food Inspector (DFI), serta 10.800 komunitas desa/kelurahan”, tambah Roy.

 

“BPOM berharap Desa Cupak dapat menjadi contoh sekaligus memotivasi desa-desa lainnya baik di Kabupaten Solok maupun di Indonesia untuk membuat desanya aman dari pangan yang mengandung bahan-bahan berbahaya”, tutup Roy.

 

Bupati Solok, H. Gusmal dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada masyarakat Nagari (desa) Cupak yang telah menjadikan desanya aman dari pangan yang berbahaya. Ini sesuai dengan program pemerintah Kabupaten Solok “Empat Pilar Pembangunan”. “Saya berharap predikat ini dapat dipertahankan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat Nagari Cupak”, ujarnya.

 

“Mayoritas masyarakat Kabupaten Solok hidup dari sektor pertanian dan perdagangan. Kondisi ini jelas menjadi pertaruhan bagi pemerintah daerah untuk terus  meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan, sekaligus memperkuat ekonomi desa sesuai dengan sasaran dan prioritas nasional di bidang kesehatan”, lanjut Gusmal.

 

“Kami membutuhkan keterlibatan BPOM untuk menjaga keamanan pangan di Kabupaten Solok. Keterlibatan BPOM harus dimulai dari proses produksi. Terkait hal tesebut kami berharap BPOM dapat membuka Kantor perwakilan di Kabupaten Solok. Kami siap membantu anggaran dan tempat, jika BPOM bersedia membuka Kantor disini”, tegas Gusmal.

 

Kunjungan dilanjutkan ke SMPN 2 Gunung Talang yang saat ini tengah mempersiapkan diri menjadi sekolah sehat tingkat nasional, UMKM Lembang Jao Mandiri, dan SDN 04 Gunung Talang. Keesokan harinya, Sabtu, (14/05) Kepala BPOM melanjutkan kunjungan ke Universitas Andalas untuk memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa/Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Andalas sekaligus melakukan penandatangan Perjanjian Kerja sama (MoU) di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian masyarakat. (HM-Daulay)

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana