Jakarta – Komitmen Badan POM dalam pengawasan obat semakin dibuktikan dengan kerja sama penguatan kapasitas dengan berbagai negara. Salah satunya dengan Jepang melalui penandatanganan Memorandum Kerja Sama (MKS) tentang Kerangka Dialog dan Kerja Sama Regulasi Produk Medis antara Badan POM dengan Ministry of Health, Labour, and Welfare/MHLW, Jumat (27/08).
MKS ditandatangani secara desk to desk oleh Direktur Jenderal Biro Keamanan Farmasi dan Kesehatan Lingkungan MHLW Jepang, Kamata Mitsuaki di Tokyo dan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, di Jakarta.
Kepala Badan POM menyatakan dengan adanya MKS ini akan memperkuat hubungan strategis antara kedua otoritas melalui pertukaran informasi dan kerja sama pengawasan produk medis, yang meliputi produk farmasi, produk biologi, dan obat tradisional. “MKS ini juga akan menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi ilmiah yang selama ini telah dilakukan, baik secara bilateral maupun dalam forum regional,” jelas Kepala Badan POM.
Sebagaimana diketahui, Badan POM berpartisipasi aktif dalam Asian Network Meeting yang diselenggarakan secara reguler oleh MHLW guna membahas perkembangan isu pengawasan obat dengan negara-negara Asia, khususnya terkait vaksin COVID-19. Badan POM juga terlibat dalam pelatihan-pelatihan teknis yang melibatkan ahli-ahli dari Pharmaceuticals and Medical Devices Agency (PMDA) yang berada di bawah MHLW, termasuk yang mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
“Sebagai langkah awal, Badan POM dan MLHW akan mengadakan pertemuan tahunan untuk membahas topik-topik utama terkait bidang kerja sama. Pada pertemuan tersebut juga akan dibentuk Kelompok Kerja untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kegiatan berdasarkan rencana kerja yang akan dikembangkan, seperti simposium atau pelatihan,” sebut Kepala Badan POM lagi.
Pelatihan-pelatihan ini akan berfokus pada pengawasan keamanan obat, uji laboratorium, benchmarking sistem pengawasan obat herbal dan suplemen, pengawasan mutu vaksin, hingga evaluasi obat yang digunakan dalam penyembuhan pasien COVID-19. Serangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan upaya pengawasan obat, serta menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat, obat tradisional, dan herbal.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat dukungan Jepang untuk keanggotaan Badan POM dalam The International Council for Harmonization of Technical Requirements for Pharmaceuticals for Human Use (ICH). ICH merupakan organisasi internasional badan pengawas obat dari berbagai negara yang berfokus pada pengembangan ilmiah produk-produk farmasi.
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
