Tahun 2015 Indonesia akan menghadapi ASEAN Community Tradezone, dimana perdagangan dan perindustrian seluruh negara ASEAN akan dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Untuk menghadapi era perdagangan bebas tersebut, maka produk Indonesia harus mampu bersaing dengan produk negara-negara ASEAN. Indonesia perlu mempromosikan produk unggulan daerah di seluruh wilayah tanah air untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal, pasar lokal, distribusi luas, lancar, dan efisien.
Salah satu upaya untuk mendukung langkah tersebut adalah dengan diadakannya kegiatan berskala nasional yaitu "Pameran Produk Unggulan Indonesia tahun 2014" di Batam, tanggal 15 – 19 Mei 2014. Badan POM turut berpartisipasi dalam pameran yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Amsakar Achmad, dan dihadiri pula oleh Kepala Balai POM di Batam, Bupati Aceh Timur, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau, dan para peserta pameran dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Amsakar Achmad mengatakan bahwa provinsi Kepulauan Riau siap menghadapi era perdagangan bebas 2015 dengan berusaha mewujudkan Kepulauan Riau sebagai penghubung antara Indonesia dengan mancanegara. Dibutuhkan kerja keras dan kordinasi dengan seluruh pihak agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat dengan produk daerah sebagai komoditi ekspornya.
Dalam pameran tersebut, Badan POM meraih penghargaan Juara ke-III stand terbaik, dari 55 peserta pameran. Stand Badan POM banyak dikunjungi oleh peserta kongres dan masyarakat umum, yang dengan antusias meminta informasi kepada pramujaga tentang pengawasan Obat dan Makanan yang dilakukan Badan POM. Selain menyajikan berbagai produk informasi seperti leaflet, booklet, buletin, poster, stiker, dll., pramujaga stand Badan POM juga memperagakan cara uji cepat laboratorium menggunakan Rapid Test Kit terhadap berbagai makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna non pangan. Tentu saja hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan edukasi masyarakat Batam agar menjadi konsumen cerdas yang mampu melindungi diri dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. HM-08
Biro Hukum dan Humas
