PERTEMUAN JEJARING INTELIJEN PANGAN “PERMASALAHAN KEAMANAN ES BATU PADA RANTAI PANGAN DAN SOLUSINYA”

23-06-2015 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2385 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Buruknya mutu es batu dan minuman es merupakan salah satu tantangan keamanan pangan di Indonesia. Hasil pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan POM menunjukkan bahwa trend jenis PJAS kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) selama tahun 2012-2014 adalah produk es dan minuman berwarna. Padahal kelompok jajanan ini termasuk kelompok yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak.

Untuk mengatasi kompleksnya permasalahan es batu tersebut, maka diadakanlah pertemuan Jejaring Intelijen Pangan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2015 bertempat di Aula Pusat Pengujian Obat dan Makanan, Badan POM. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Badan Litbangkes, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, Universitas Atmajaya, Universitas Sahid, Institut Pertanian Bogor, SEAFAST Center, Asosiasi Industri Es, Asosiasi Pengusaha Jasa boga Indonesia dan unit kerja terkait di Badan POM.

 Pertemuan ini diawali dengan presentasi dari Drs. Halim Nababan, MM selaku Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan dan Ketua Kelompok Kerja JIP, dimana beliau memaparkan “Survei Titik Kritis Rantai Pangan Es dan Minuman Es”. Survei ini telah dilakukan oleh Badan POM dengan bekerjasama dengan IPB pada tahun 2014. Dalam presentasinya beliau juga menyampaikan bahwa perilaku higiene dan sanitasi para penjamah es masih perlu ditingkatkan. Selain itu juga beberapa rekomendasi untuk perbaikan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat.

Narasumber kedua adalah Prof. Diana Waturangi dari Universitas Atmajaya yang memaparkan materi berjudul “Molecular Detection of Pathogenic Bacteria in ice”, dilanjutkan oleh Dr. Ir. Singgih Wibisono, MS dari Balai Besar Penelitian dan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan dengan presentasi “Kajian Keamanan Pangan Es Batu pada Produk Perikanan” dan terakhir presentasi dari Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia, Rahayu Setiowati, SH dengan judul presentasi “Penggunaan Es Batu pada Usaha Jasa boga dan Kaitannya dengan Keamanan Pangan”. Ketiga materi tersebut juga menunjukkan terdapatnya bahaya pada es batu yang dapat memperburuk tingkat keamanan mikrobiolosi es batu.

Setelah sesi presentasi, terdapat sesi diskusi yang dipimpin oleh Prof. Winiati Pudji Rahayu. Beberapa hal yang dibahas dalam diskusi ini cukup menggambarkan kondisi produksi, distribusi dan pengelolaan es batu di masyarakat. Secara garis besar, perilaku masyarakat belum memenuhi kriteria higiene dan sanitasi yang baik sehingga perlu komitmen dan kerjasama dari pihak pemerintah, asosiasi, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini.

Dari hasil diskusi tersebut, diperoleh beberapa rekomendasi yaitu perlunya perhatian pada penyediaan es batu, perlu adanya kegiatan tindak lanjut dari beberapa hasil kajian yang sudah dilakukan oleh pemerintah maupun universitas, dan tindak lanjut juga perlu dilakukan di dalam Jejaring Keamanan Pangan Nasional yang meliputi Jejaring Intelijen Pangan, Jejaring Pengawasan Pangan dan Jejaring Promosi Keamanan Pangan.

 

----Dit. Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan ----

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana