Pertemuan Kajian Keamanan Produk Pangan

23-03-2016 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2723 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melalui Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan (Dit. SPKP) secara rutin mengumpulkan dan menganalisa data hasil pengawasan pangan, KLB keracunan pangan, dan notifikasi Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF). Sebagai contoh, hasil pengawasan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) selama 4 tahun (2010-2013), di mana es dan minuman es adalah jenis pangan yang tidak memenuhi syarat (TMS) mikrobiologi, kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk Kajian Mikrobiologi Es Batu dan Minuman Es pada tahun 2014-2015 sebagai upaya untuk mengetahui akar masalah bahaya mikrobiologi yang selama ini ditemui. Selain itu, Dit. SPKP juga melakukan kegiatan surveilan dan kajian sesuai dengan kepentingan atau isu yang sedang menjadi perhatian terkait keamanan produk pangan. Setiap tahun hasil kajian didesiminasikan sebagai bentuk komunikasi dan penguatan pemanfaatan hasil surveilan dan kajian keamanan pangan oleh pihak terkait di Badan POM.

 

Pertemuan ini bertujuan (1) mendesiminasikan hasil surveilan dan kajian yang dilakukan oleh Direktorat SPKP sejak tahun 2013-2015; dan (2) koordinasi teknis pelaksanaan kajian E. coli patogen pada pangan tahun 2016 dengan 5 Balai Besar POM (Banda Aceh, Jogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Mataram).

 

Pertemuan dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya (Deputi 3), (Drs. Suratmono, MP). Dalam sambutannya Bapak Deputi menyampaikan evaluasi, pelaporan, dan diseminasi hasil pengawasan dan surveilan rutin maupun kajian-kajian khusus perlu dilakukan dengan partisipasi lintas unit terkait di Badan POM, sehingga dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh pimpinan dan pembuat kebijakan tetapi juga pelaksana teknis di pusat dan seluruh Balai Besar/ Balai POM. Sebagai pembicara adalah Drs. Halim Nababan, MM. (Direktur SPKP), Prof. Dr. Winiati P. Rahayu (IPB), dan Dr. Diana Waturangi (Universitas Atmajaya). Peserta berasal dari perwakilan Direktorat di Kedeputian 3, PPOMN, PROM, PIOM, Biro Hukmas, dan 5 Balai Besar POM di Banda Aceh, Jogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Mataram. 

 

Pada saat pertemuan, Direktur SPKP menyampaikan hasil surveilan dan kajian keamanan pangan tahun 2013-2015 dan disain kajian 2016 yang akan dilaksanakan. Kemudian pembicara ahli Prof. Dr. Winiati P. Rahayu dan Dr. Diana Waturangi membahas kajian mikrobiologi Es di Sarana Produksi yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 di Jakarta dan Surabaya. Berdasarkan hasil pengujian sampel es maupun sampel yang diambil dari pekerja, alat, dan lingkungan sarana produksi es menunjukkan temuan E. coli patogen, Vibrio cholerae, dan Salmonella.

 

Selain diseminasi hasil surveilan dan kajian, pertemuan ini juga secara khusus membahas kajian mikrobiologi dengan metode molekuler. Pelaksanaan kajian mikrobiologi yang melibatkan pengujian secara molekuler, Badan POM telah menginisiasi pelaksanaannya sejak tahun 2014 yaitu Kajian Mikrobiologi Es dan Minuman Es di 5 Balai Besar POM di Banda Aceh, Bandar Lampung, Jakarta, Surabaya, dan Makassar dilanjutkan dengan Kajian Mikrobiologi Es Batu pada Sarana Produksi di Jakarta dan Surabaya pada tahun 2015.

 

Peningkatan kapasitas pengujian pangan dengan metode molekuler menjadi perhatian di Badan POM. Kapasitas pengujian dengan metode molekuler untuk mengonfirmasi masalah keamanan pangan merupakan salah satu kapasitas inti keamanan pangan yang dipersyaratkan International Health Regulation (IHR).  Pengembangan kegiatan Kajian/ Identifikasi E. coli patogen pada jenis pangan selain es akan dilaksanakan pada tahun 2016 dengan mengintegrasikannya dalam program sampling dan pengawasan rutin pangan oleh Balai Besar POM yang memiliki fasilitas dan staf pengujian molekuler. Kedepannya, Badan POM akan upayakan sampel pangan untuk kajian keamanan pangan dapat menggunakan sampel yang diambil dalam pengawasan rutin.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana