Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) dan Sentra Informasi Keracunan Daerah (SIKerDa) hingga saat ini telah melakukan pengumpulan data kasus keracunan. Data yang telah dikumpulkan seyogyanya dapat memberikan manfaat baik bagi pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM maupun bagi stakeholder lainnya, seperti Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan yang selama ini telah terbangun jejaring terkait pengumpulan data kasus keracunan.
Terkait hal tersebut, pada hari Kamis 27 November 2014 telah dilakukan Pertemuan Koordinasi Pembahasan Optimalisasi Pemanfaatan Data Kasus Keracunan di Rumah Sakit Terhadap Pengawasan Obat dan Makanan untuk meningkatkan kerjasama antara Badan POM dan Rumah Sakit dalam pengumpulan data dan pemanfaatan data kasus keracunan. Pertemuan ini mengundang 50 Rumah Sakit jejaring SIKerNas di Jabodetabek dengan Narasumber dr. Ugi Sugiri, profesional dari Rumah Sakit Fatmawati dan Dr. Budi Haryanto dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Acara dibuka oleh Plt. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Dra. Rita Endang, Apt., Mkes yang juga membawakan materi pengawasan Obat dan Makanan Badan POM serta data kasus keracunan di tahun 2014. Dilanjutkan dengan pemaparan materi Konsep dan Optimalisasi Data Keracunan Untuk Pencegahan dan Pengendalian oleh Dr. Budi Haryanto dan dr. Ugi Sugiri yang menyampaikan “The approach to the patient with an unknown overdose”.
Hasil diskusi disimpulkan bahwa pengumpulan data kasus keracunan penting untuk dilakukan karena dapat digunakan sebagai dasar pembuatan kebijakan untuk tindakan preventif yang dapat diambil.
Pengumpulan data kasus keracunan akan diperluas dengan pengambilan data di lebih banyak Rumah Sakit sehingga data yang diolah akan lebih mewakili / meggambarkan kondisi kasus keracunan di suatu wilayah, dengan catatan data dari 50 Rumah Sakit secara kualitas dan kuantitas sudah didapatkan secara optimal.
Ke depan, metode pelaporan kasus keracunan akan dibuat secara elektronik disertai dengan Juknis pengisian formulir sehingga diharapkan memudahkan petugas RS dalam melaporkan.
Juga dari data yang terkumpul akan dilakukan kajian lebih optimal oleh SIKer sehingga dapat lebih bermanfaat bagi Badan POM dan stakeholdernya seperti RS, Suku Dinas Kesehatan, Kementerian/ lembaga lainnya.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
