Aksi Nasional Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu dan Bergizi telah dicanangkan oleh Wakil Presiden RI pada tanggal 31 Januari 2011. Dengan tujuan utama meningkatkan keamanan, mutu dan gizi PJAS melalui kemandirian komunitas sekolah. Indikator kinerja utama (IKU) keberhasilah AN-PJAS adalah peningkatan pemenuhan persyaratan keamanan PJAS menjadi 90% hingga tahun 2014 dengan intervensi terhadap 18.000 Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) (10% dari perkiraan total SD/MI di Indonesia).
AN-PJAS telah dilaksanakan sampai dengan tahun 2014 oleh Badan POM beserta seluruh BB/BPOM di Indonesia, bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait keamanan pangan, pemerintah daerah, didukung oleh beberapa industri pangan melalui program Company Social Responsibility. Pasca 2014, pengawalan program dilaksanakan untuk memperluas cakupan dan memelihara keamanan, mutu dan gizi PJAS melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu untuk mewujudkan keamanan pangan hingga tingkat perseorangan, telah diinisiasi kegiatan Food Safety Masuk Desa (FSMD).
Dalam rangka monitoring dan evaluasi program AN-PJAS dan FSMD, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan menyelenggarakan Pertemuan Nasional Keamanan Pangan dengan tema “Kita wujudkan pangan yang aman hingga tingkat perseorangan melalui Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah dan Food Safety Masuk Desa” di Jakarta, pada tanggal 19 Nopember 2014.
Pertemuan ini dihadiri 130 orang peserta terdiri dari Kepala Balai Besar/ Balai POM dari seluruh Indonesia, perwakilan instansi daerah yang aktif dalam kegiatan AN PJAS, penanggung jawab kegiatan AN PJAS di Balai Besar/ Balai POM, dan perwakilan lintas unit di Badan POM. Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Drs. Suratmono, MP dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber dan diskusi. Materi Hasil Program AN PJAS 2011-2014 dan Pelaksanaan FSMD 2014 disampaikan oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Komitmen Pemerintah Kota Depok dalam Peningkatan Keamanan Pangan di Sekolah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Tantangan Implementasi FSMD di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Program FSMD 2015 dan E-learning keamanan pangan oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Kajian Mikrobiologi Es dan Minuman Es yang disampaikan oleh Prof Dr Winiati P Rahayu, serta dilanjutkan dengan dengan talkshow bersama kader FSMD.
Rekomendasi pertemuan hari pertama diantaranya adalah diperlukan strategi pengawalan keamanan PJAS setelah tahun 2014 untuk meningkatkan cakupan dan memelihara keamanan PJAS. Selain itu diperlukan juga evaluasi materi bimbingan teknis dalam rangka FSMD sehingga materi tersebut lebih mudah disampaikan dan dimengerti oleh komunitas desa.
