Otoritas Pengawas Obat dan Makanan tingkat regional ASEAN mengusulkan tiga topik baru yang penting untuk dibahas pada Kongres Federasi Asosiasi Farmasi Asia (FAPA) berikutnya, yaitu: Pediatric Medicine Dosage and Formulation; Substandard, Spurious, Falsely Labelled, Falsified New Medicine; serta ASEAN Harmonization on Food Safety Standards and Requirements.
Demikian disampaikan Kepala Badan POM, Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc, yang memimpin pertemuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tingkat Regional ASEAN dengan WHO, di Nusa Dua Convention Center – Bali pada tanggal 14 September 2012. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan tingkat regional ASEAN antara lain Lee HuiKeng (HSA Singapore), Pau La Peng (FDA Brunei), AbidaHaq (NPCD Malaysia), A. RetnoTyasUtami (Badan POM RI), Roy A. Sparingga(Badan POM RI), Bahdar J. Hamid (Badan POM RI) serta DR. Sabine Koppdan Prof. DR. Budiono Santoso dari WHO ini diselenggarakan khusus untuk mendiskusikan permasalahan terkait harmonisasi standar dan persyaratan di negara-negara anggota ASEAN.
Sabine Kopp, perwakilan WHO memberikan informasi seputar kemajuan perkembangan pembahasan standar dan pedoman WHO terkait Cara Pembuatan Obat yang Baik, formulasi pengobatan pediatri, obat generik dan analisis risiko untuk teknologi pangan.
Sementara itu dalam presentasinya, Kepala Badan POM menyampaikan beberapa hal terkait harmonisasi standar dan persyaratan di negara-negara anggota ASEAN dalam bidang farmasi, obat tradisional, suplemen makanan, kosmetika dan pangan, termasuk perkembangan kegiatan kelompok kerja ASEAN. Beliau menegaskan bahwa koordinasi dan komitmen menyeluruh dari semua negara anggota ASEAN diperlukan agar percepatanpembentukanKomunitasASEANpada 2015 dapat terwujud.
Biro Hukmas
