Jakarta – BPOM terus berupaya dalam memberikan edukasi dan meningkatkan awareness masyarakat termasuk penggunaan dan produksi kosmetika yang baik. Semua orang dapat menjadi pengusaha kosmetika. Munculnya pengusaha-pengusaha kosmetika lokal baru yang akan berdampak langsung dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Salah satu bentuk edukasi yang dilakukan kali ini dengan menyelenggarakan kegiatan webinar series“NGEBAKSO (Ngobrol Bareng Soal Kosmetik)” secara hybrid.
Kegiatan Webinar Series “NGEBAKSO” yang dibuka pada Rabu (14/09/2022) ini akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dan merupakan rangkaian webinar yang terdiri dari 3 (tiga) seri. Masing-masing serinya akan menyajikan tema berbeda dan berkelanjutan yang bertujuan mendorong munculnya para pelaku usaha kosmetika baru dari seluruh pelosok Indonesia. Ngebakso Seri #1 hari ini mengangkat tema “Kosmetika Tematik Lebih Dilirik”.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Reri Indriani mengutarakan bahwa perekonomian Indonesia sudah masuk dalam tahap pemulihan. Salah satu indikasinya ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) yang diterbitkan oleh BPOM di masa pandemi. Kondisi ini membuat komoditi kosmetika memiliki tingkat demand yang tinggi dan menyebabkan persaingan antarpasar industri kosmetika semakin kompetitif.
“Sinyal positif pertumbuhan usaha di bidang kosmetika ini harus bisa kita manfaatkan, dengan keanekaragaman hayati dan budaya Indonesia yang telah menghasilkan berbagai traditional heritage. Salah satunya kosmetika tematik”, terang Reri Indriani.
Reri Indriani juga berharap agar pengawasan kosmetika pada masa pemulihan pandemi COVID-19 tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan yang berlaku. Hal penting lainnya yang perlu disasar dari pengawasan yang dilakukan adalah untuk dapat mampu memfasilitasi percepatan pengembangan dunia usaha kosmetika dengan mengedepankan keberpihakan terhadap UMKM.
Pada sesi talkshow, hal senada juga disampaikan oleh Direktur Pengawasan Kosmetik, Arustiyono. Bahwa kita harus dapat merebut potensi pasar kosmetika berbahan baku alami asli indonesia (tematik) pasca pandemi di tengah maraknya pertumbuhan kosmetika asing.
Arustiyono menambahkan, keberadaan kosmetika tematik untuk turut menjadi kebanggaan bangsa dan berkontribusi pada perekonomian nasional belum sekuat produk budaya lain. Hal ini dapat disebabkan antara lain oleh faktor masyarakat/konsumen yang masih belum menjadikan kosmetika tematik ini sebagai pilihan utama.
Kosmetika tematik menjadi komoditi yang penting untuk dikembangkan, terlebih dengan keanekaragaman hayati Indonesia yang merupakan keanekaragaman hayati terkaya di dunia, bisa menjadi kekuatan yang besar jika dikelola melalui sinergisme semua pihak terkait dan berkelanjutan. Dari pengembangan tersebut, kosmetika tematik dapat berkontribusi dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, menghasilkan devisa serta meningkatkan pendapatan negara dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Salah satu narasumber talkshow dari praktisi research and development kosmetika tematik, Maily menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kosmetika tematik di Indonesia. “Kita harus jeli dalam membaca tren, melakukan riset pengembangan produk, mempunyai teknologi yang memadai, branding, serta mempunyai strategi promosi yang tepat sasaran,” jelasnya.
Kegiatan Webinar Series “NGEBAKSO” akan dilanjutkan dengan materi yang menarik dan para narasumber ahli di bidangnya. Seri hari kedua akan membawakan tema terkait Jenis-Jenis Pelaku Usaha Kosmetika dan Kemudahan Perizinannya. Dan di hari ketiga, tema yang diangkat adalah “Jurus Sakti Menyusun Perjanjian Produksi”. (HM-Rahman)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
