Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anaz melakukan kunjungan kerja ke Kantor BPOM pada Selasa (13/8/2024). Maksud dari kunjungan ini adalah untuk melihat secara langsung fasilitas pelayanan publik di BPOM, khususnya terkait dengan proses registrasi produk obat dan makanan.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PANRB didampingi oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Nanik Murwati, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pelayanan Publik Dr. Herman beserta jajaran Kementerian PANRB. Kehadiran jajaran Kementerian PANRB disambut langsung oleh Plt. Kepala BPOM RI L. Rizka Andalusia beserta jajarannya.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Gedung Athena, yang merupakan pusat pelayanan publik BPOM. Di lantai 3 gedung tersebut, Menteri PANRB meninjau langsung proses registrasi pangan olahan dan berinteraksi dengan beberapa pelaku usaha yang sedang melakukan konsultasi dengan petugas BPOM.
"Sedang urus apa, Mbak? Sulit nggak daftar BPOM?" tanya Menteri PANRB kepada salah seorang pelaku usaha.
Sembari mendampingi kunjungan ke Gedung Athena, Plt. Kepala BPOM menjelaskan bahwa jumlah pelaku usaha yang datang langsung ke kantor BPOM telah menurun secara signifikan. "Saat ini, pengunjung menurun, Pak Menteri, karena pelayanan kami sudah dilakukan secara daring. Jadi, yang datang biasanya karena ada hal [konsultasi] yang perlu dilakukan secara langsung dengan petugas BPOM," ujar Rizka Andalusia.
Usai meninjau Gedung Pelayanan Publik, Menteri PANRB melanjutkan kunjungannya ke BPOM Command Center (BCC) yang juga menjadi ruang kendali pelayanan publik BPOM. Di sana, Plt. Kepala BPOM menunjukkan platform data yang digunakan BPOM dalam mengawasi pelayanan publik serta melakukan pengawasan obat dan makanan.
Rizka Andalusia juga melaporkan bahwa BPOM telah mengimplementasikan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada seluruh unit kerja. "Sebanyak 32 unit kerja kami telah mendapat predikat WBK dari Kementerian PANRB dan lima di antaranya telah berhasil mendapat predikat WBBM," tambahnya.
Menteri PANRB juga berkesempatan mengunjungi Employee Corner atau ruang aspirasi pegawai BPOM, yang berada di lantai 7 Gedung Merah Putih. Ruangan ini didesain kekinian dan dilengkapi dengan fasilitas gym untuk menjaga kebugaran pegawai tanpa meninggalkan kantor. "Ruangan ini merupakan alternatif bagi pegawai BPOM untuk mencari ide-ide baru karena kondisi ruang kerja yang saat ini terbatas," ungkap Rizka Andalusia.
Sebelum meninggalkan kantor BPOM, Menteri PANRB memberikan apresiasi atas peningkatan pelayanan publik di BPOM. Menteri PANRB juga berharap ke depannya BPOM dapat mendorong efisiensi tenaga birokrasi melalui digitalisasi pelayanan.
"Saya sudah lama ingin ke kantor BPOM, karena jika ada penghargaan, BPOM selalu hadir sebagai pemenang, baik dalam Reformasi Birokrasi maupun pelayanan publik. Tadi saya lihat pelayanan publiknya bagus, tinggal sekarang harapan kita ada efisiensi tenaga birokrasi. Kan ke depan digitalisasi akan jalan, jadi SDM-nya bisa dikurangi, tapi target dan pencapaiannya terus meningkat," ujar Menteri PANRB.
Mengakhiri kunjungannya, Menteri PANRB memberikan selamat kepada BPOM atas berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam pelayanan publik. "Selamat, karena BPOM termasuk yang paling banyak mendapatkan approval dari Kementerian PANRB sebagai lembaga yang inovasinya paling banyak direplikasi. Dan yang paling penting adalah harapan saya BPOM terus berperan menjadi bagian dalam mewujudkan birokrasi yang berdampak," tutup Menteri PANRB. (HM-Benny)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
